TDA MEDAN Bersilaturahim, Belajar Bersama, Berkolaborasi Membangun Perekonomian Negeri.

http://www.tdamedan.org/

KOMUNITAS TANGAN DI ATAS MEDAN

Search This Blog

Powered by Blogger.

Sponsorship

http://www.narsisdigitalprinting.com/
http://www.narsiseducation.com/

6 Poin Penting Dalam Social Media Marketing, Mudah Tapi Tak Semua Bisa

Menjalankan upaya marketing melalui media sosial adalah langkah yang dinilai paling efektif bagi para pemilik bisnis saat ini. Bagaimana tidak, media sosial yang menawarkan jangkauan pasar luas serta adanya bantuan fasilitas canggih untuk menganalisis pasar, memberi banyak keuntungan dibanding harus memasarkan cara offline.
Namun terkadang, tidak sedikit pula pemilik bisnis yang merasa frustasi karena justru mengalami kegagalan dalam memasarkan bisnis via #media sosial. Untuk itulah kita perlu memahami adanya beberapa poin penting dalam menjalankan social media marketing.

1. Mendengarkan Konsumen

Menjalankan usaha menggunakan media sosial ataupun konten marketing sebenarnya lebih membutuhkan kemampuan mendengarkan yang baik daripada menyampaikan. Ini juga bisa dijadikan sebagai panduan dalam memulai upaya marketing online.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah membaca komentar ataupun konten dalam bentuk apapun yang dibagikan oleh konsumen di media sosial. Dari situ, kita bisa mulai melihat apakah yang sebenarnya dibutuhkan serta dianggap penting oleh konsumen. Langkah berikutnya baru kemampuan untuk menyampaikan konten yang dianggap sesuai.

2. Fokus Pada Target Market

Ketimbang berupaya untuk menguasai target pasar yang luas atau mempunyai banyak akun media sosial dalam satu waktu, akan lebih baik jika kita fokus mengejar target market tertentu. Mempunyai berapa akun media sosial memang sama sekali tidak ada salahnya.  Namun optimasi yang dilakukan tetap terarah serta mengutamakan fokus.
Strategi social media marketing akan lebih efektif jika dibarengi dengan tujuan yang sudah ditetapkan sebelumnya. Dengan kombinasi target market peserta tujuan yang fokus, maka upaya social media marketing bisa dijalankan lebih baik.

3. Menawarkan Kualitas

Sama seperti point sebelumnya, kualitas lebih dibutuhkan ketimbang kuantitas ketika berbicara tentang marketing via media sosial. Akan lebih baik jika kita mempunyai 1000 followers yang benar-benar mau membaca, membalas serta berkomunikasi secara aktif melalui media sosial, ketimbang mempunyai 100ribu follower namun hilang begitu saja setelah pertama kali terkoneksi dengan akun kita.
Contoh yang paling umum ditemui adalah, banyak pemilik bisnis yang lebih terfokus pada bagaimana memperbanyak jumlah follower ketimbang meningkatkan kualitas akun media sosial. Buntut panjang dari upaya keliru tersebut adalah, dengan cara membeli follower yang justru akan menenggelamkan bisnis kita secara perlahan.

4. Kesabaran

Poin berikutnya tentu sudah sangat dipahami oleh para entrepreneur, bahwa menjalankan upaya bisnis melalui kanal apa saja tentu membutuhkan proses. Demikian juga dengan marketing media sosial, tidak bisa dijalankan hanya dalam waktu singkat.
Perlu proses yang terkadang cukup lama hingga akhirnya bisa membangun komunitas konsumen yang solid lewat media sosial. Namun ketika komunitas tersebut sudah terbentuk, maka keberlangsungan lini bisnis online kita bisa lebih terjamin dalam tahun-tahun mendatang.

5. Berproses

Masih berhubungan dengan poin nomor 3, ketika kita berhasil memberikan konten yang berkualitas serta benar-benar bermanfaat bagi konsumen online, maka secara perlahan kita bisa menimbulkan loyalitas dimana konsumen tersebut tidak keberatan untuk membagikan konten yang kita miliki.
Kekuatan saling membagikan serta diskusi terbuka juga merupakan salah satu kelebihan dari media sosial, untuk membangun jaringan yang lebih luas. Jika kita juga bergerak melalui upaya content marketing, maka ketika kenten kita dengan mudah dibagikan oleh konsumen, kita bisa mendapat keuntungan terutama yang berhubungan dengan hasil mesin pencari atau SEO.

6. Saling Mempengaruhi

Dalam upaya social media marketing, kita mengenal adanya influencer. Influencer merupakan para pemilik akun media sosial yang mempunyai pengaruh besar terhadap banyak followernya. Influencer bisa berada dalam berbagai bidang atau lebih fokus pada bidang tertentu.
Menjalankan upaya marketing media sosial, akan lebih maksimal jika kita gabungkan dengan kerjasama influencer. Carilah tenaga influencer yang tepat serta benar-benar tetap dengan bisnis, produk ataupun layanan kita.
Dengan menjalin hubungan yang baik, maka kita bisa lebih cepat dikenal oleh target market yang sesuai dengan sasaran bisnis kita. Kelebihan lain dari menjalin kerjasama dengan influencer adalah kita tidak harus menghabiskan resource yang terlalu besar untuk mendapat data akurat terkait target market.
#tda #socialmediamarketing #ukmmedan #komunitassosial
www.tdamedan.org
sumber : maxmanroe.com

Retno Hastuti ~ Raup 30 Juta Tiap Bulan Dari Bisnis Kerajinan Limbah Pinus

Bagi sebagian orang mungkin limbah adalah sesuatu yang menjadi masalah. Namun ini tidak berlaku bagi Retno Hastuti. Limbah bagi Retno Hastuti justru menjadi sebuah #peluang bisnis yang begitu menjanjikan di matanya. Ya, limbah pinus yang tidak berguna dari pebrik pinus milik temannya, ia sulap menjadi suatu barang kerajinan yang berharga dan tentu saja memiliki nilai jual tinggi.
Namun sebelum mengenyam sukses seperti saat ini, ada perjalanan panjang dilalui oleh Retno Hastuti dalam menggeluti bisnis kerajinan tangan ini. Tentu tidak serta merta ia meraihnya tanpa ada usaha. Penasaran bagaimana kisah lengkapnya? Simak ulasan di bawah ini.

Ide Awal Bisnis Terinspirasi Keahlian Suami Dan Anak

Sebelum menjadi seorang pengusaha kerajinan tangan dari pinus, Retno Hastuti sebenarnya adalah seorang ibu rumah tangga biasa. Wanita berusia 54 tahun yang berdomisili di Malang ini bersuamikan seorang dosen asitektur di sebuah universitas di Malang. Nah, ide awal untuk memulai bisnis ini sebenarnya muncul dari suami dan anaknya yang berlatar belakang arsitektur. Mereka sering menggambar berbagai macam bentuk hal.
Dari melihat keahlian suami dan anaknya tersebut, lantas membuat Retno Hastuti memiliki niat untuk memanfaatkan keahlian mereka untuk produk-produk yang dibuatnya. Ia berpikiran bahwa dalam menjalankan bisnis dengan menjual suatu produk, produk tersebut harus memiliki ciri khas tertentu dan tidak boleh sama dengan yang lain.
Akhirnya pada tahun 1992, mulailah ia membuka usaha bisnis kerajinan tangan tersebut. Saat itu, ia menuturkan bahwa ia memulai bisnis tersebut tanpa adanya modal. Ia hanya mengambil limbah pinus dari sisa olahan pabrik temannya.
Saat masih awal, semua produk dikerjakan sendiri bersama suami dan anaknya. Suami dan anakanya berperan sebagai desainer dari semua produk yang dipasarkan. Dalam waktu sebulan, Retno mampu menghasilkan ratusan jenis produk, mulai dari asesoris rumah tangga, media edukasi dan lain-lain.
Harganya pun juga variatif, mulai dari Rp 10 ribu sampai Rp 2,5 juta. Seiring bertumbuhnya bisnis yang ia kelola, lama-lama Retno pun tidak sanggup mengerjakan semua pesanan dari konsumen. Akhirnya ia mengambil tujuh orang sebagai karyawan untuk membantu pekerjaannya.

Hambatan Dalam Bisnis Menjadi Pengalaman yang Berharga

Meskipun saat ini bisnis yang dikelola Retno Hastuti terbilang sukses dan tumbuh besar, namun dalam perjalanannya bukannya tanpa hambatan. Bisnisnya hampir mengalami kebangkrutan pada tahun 1998.
Pada saat itu Indonesia mengalami krisis moneter yang sangat parah, sehingga bahan baku sepert cat mengalami perubahan harga yang sangat fluktuatif. Harga bahan baku yang tidak menentu, kadang ssangat mahal sekali, sedangkan orderan dari konsumen sudah pada harga yang disepakati. Kesulitan ini hampir membuat bisnis kerajinan pinus Retno gulung tikar.
Namun dengan perjuangan dan tekat yang kuat untuk tetap bertahan, perlahan bisnisnya pun kembali bisa bangkit dari keterpurukan. Orderan juga tetap berjalan. Saat ini, meski ekonomi sedang tidak bersahabat, tidak membuat Retno menjadi gelisah. Ia merasa aman saja karena dulu pernah mengalami yang lebih parah dari sekarang, malah menurutnya saat ini penjualannya semakin meningkat.

Strategi Pemasaran Melalui Internet Dan Pameran

Dalam memasarkan bisnisnya, ternyata Retno Hastuti tidak hanya menawarkannya melalui offline. Namun ia juga sudah memasarkan produknya dengan cara #promosi online. Salah satu cara promosi yang dipilih Retno adalah dengan membuat blog dan berpromosi melalui media sosial. Untuk media sosial, yang dipilih adalah facebook dan intagram. Mungkin karena lebih cocok dengan produk yang ia tawarkan karena mengutamakan sisi visualnya.
Nah, pemasaran melalui media online ini ternyata sangat bagus untuk perkembangan usahanya. Bahkan melalui media digital ini, kerajinan kayu yang ia beri nama GS4 Woodcraft omzetnya bisa terdongkrak sampai Rp 25 juta sampai Rp 30 juta per bulan.
Itu omzet untuk musim-musim biasa, untuk musim kawin biasanya akan lebih besar lagi. Selain itu pameran juga sangat membantu meningkatkan omzet prduknya. Karena dengan pameran produknya semakin populer dan bisa dikenali oleh masyarakat banyak.
#tda #bisniskreatif #ukmmedan #komunitassosial
www.tdamedan.org
sumber : maxmanroe.com

Sandiaga Uno, Pengusaha Muda Sukses Indonesia Yang Lahir Dari Keterpurukan

Bernama lengkap Sandiaga Salahudin Uno, merupakan pengusaha muda sukses di Indonesia. Bagaimana tidak, pada usia 40 tahun, majalah Forbes mencatat Sandiaga sebagai orang terkaya urutan ke-29 di Indonesia menurut majalah Forbes.
Di usia 42 tahun, Sandiaga Uno kembali masuk daftar Forbes sebagai orang terkaya peringkat ke-37 di Indonesia dengan total kekayaan US$ 660 juta. Lalu siapakah Sandiaga Uno ini sebenarnya? Berikut ulasannya.

Pendidikan Tinggi Sandiaga

Sandiaga Uno merupakan salah satu sosok pengusaha yang memiliki pendidikan cukup tinggi dengan dua gelar dari dua kampus berbeda di luar negeri. Gelar sarjana Administrasi Bisnis Sandiaga sendiri didapat dari Wichita State University di Amerika tahun 1990 dengan predikat cum laude.  Sedangkan gelas masternya didapat dari George Washington University di Amerika dengan IPK 4,00 kumulatif.
Sebelum menjadi pengusaha, pria kelahiran Riau, 45 tahun yang lalu ini bekerja sebagai karyawan di kantoran. Setelah lulus dari Wichita State University, Sandiaga bekerja pada Bank Summa. Setelah itu tahun 1993 setelah lulus dari gelar master, Sandiaga bergabung Investasi Seapower Asia Limited di Singapura dan tahun 1994 menjadi manajer investasi di MP Grup Holding Limited. Setahun kemudian, Sandiaga menjadi wakil presiden eksekutif pindah ke NTI Resources Ltd di Kanada dengan gaji fantastis 8.000 dolar AS per bulan.

Berada Pada Situasi Sulit

Saat krisis moneter 1997, NTI Resourches Ltd tempat ia bekerja bangkrut. Tabungan yang diinvestasikan dipasar saham dengan susah payah ikut terdampar seiring runtuhnya pasar global. Tidak bekerja membuat Sandiaga menjadi pengangguran dan memutuskan untuk kembali ke tanah air.
Kondisi perekonomian di Indonesia yang sama buruknya membuat Sandiaga dipaksa menghadapi situasi sulit. Menjadi pengangguran dalam waktu yang cukup lama membuat dirinya defisit dan tak bisa membayar uang sewa rumah. Ia pun terpaksa pindah dari rumah sewa ke rumah orangtuanya. Situasi yang serba sulit ini membuat Sandiaga hampir putus asa.

Mencoba Dunia Wirausaha

Ditengah situasi yang sulit ini, pikiran Sandiaga mengarah pada dunia wirausaha. Maka ditahun saat krisis masih menyerang, Sandiaga bersama Rosan Roeslani mendirikan perusahaan penasehat keuangan disebut PT. Recapital Advisors.
Dari profesi barunya ini, Sandiaga banyak belajar banyak tentang seluk beluk bisnis. William Soeryadjaya adalah orang yang paling berjasa dalam mengasah naluri bisnis Sandiaga. Menurut William, Sandiaga adalah pengusaha yang tidak pelit untuk membagi pengetahuan dan ilmu bisnisnya.

Memimpin Beberapa Perusahaan

Seiring dengan kecerdasan bisnis Sandiaga yang semakin berkembang, maka pria yang hobi bermain basket ini mulai melakukan ekspansi bisnis. Hal ini terbukti dari kehadiran perusahaan-perusahaan lain yang didirikan dan dipimpinnya. Perusahaan baru yang didirikan dan dipimpin setelah PT Recapital Advisor adalah perusahaan investasi bernama Saratoga Capital.
Di perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur dan sumber daya alam ini Sandiaga menjadi CEO berama Edwin Soeryadjaya. Selain dua perusahaan tadi, Sandiaga juga memimpin perusahaan tambang batu bara terbesar di Indonesia yaitu PT. Adaro Energy Tbk.

Aktif di Organisasi dan Komunitas Bisnis

Selain memimpin beberapa perusahaan, Sandiaga juga aktif dalam beberapa organisasi. Pada periode 2005 hingga 2008, Sandiaga sempat menjadi ketua umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) yang beranggotakan lebih dari 30ribu pengusaha.
Selain menjadi ketua umum HIPMI, Sandiaga juga sempat menjadi wakil ketua bidang usaha mikro kecil menengah dan koperasi pada Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN). Kecintaannya pada dunia bisnis dan ekonomi ini juga mengantarkan Sandiaga untuk menjadi anggota KEN (Komite Ekonomi Nasional).
Pengalaman dan Kesuksesan dalam bisnis yang dilakoni Sandiaga membuat dirinya pada sebuah penghargaan “Indonesian Entrepreneur of the Year” pada ajang Anterprise Asia. Pada tahun 2008, sandiaga juga mewakili Indonesia dalam sebuah program kegiatan bernama Asia 21.

Aktivitas Selain Bisnis

Selain bisnis, pria yang memiliki moto berani dan optimis ini juga pernah ditunjuk menjadi manajer Timnas Bola Basket Putri Indonesia di ajang SEA Games 2005 di Filipina. Pada tahun 2013, Sandiaga juga terpilih sebagai ketua umum PRSI (Persatuan Renang Seluruh Indonesia) menggantikan Hilmi Panigoro setelah sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua PRSI.
#tda #bangkitdariketerpurukan #ukmmedan #komunitassosial
www.tdamedan.org
sumber : maxmanroe.com

Harland Firman ~  Entrepreneur Muda Pendiri Perusahaan IT Beromzet Miliaran Rupiah

Saat ini sudah waktunya bagi yang muda yang berusaha. Tidak perlu menunggu waktu tua, kita harus mulai menimbulkan rasa semangat untuk berjuang meraih kesuksesan bahkan sejak usia yang sangat belia.
Salah satu kisah yang bisa menginspirasi adalah seorang pengusaha digital bernama Harland Firman. Dengan tujuan untuk bisa mandiri secepat mungkin dan tidak ingin merepotkan orang tua, Harland sejak masih menginjak bangku pendidikan sudah mulai membangun pondasi bisnis miliknya sendiri.
Dan seiring waktu, ia akhirnya bisa membangun perusahaan IT bernama Newbee Corporation. Tak dinyana, perusahaan tersebut berkembang menjadi perusahaan besar beromzet miliaran.

Bermodal Nekat

Ketika memutuskan untuk membangun sebuah usaha, Harland tidak pernah berpikir terlalu muluk-muluk. Pada waktu itu, yang ingin ia raih adalah bagaimana bisa secepat mungkin mandiri dari orang tua. Meskipun orang tua tidak merasa direpotkan, namun mempunyai kemandirian dalam hal finansial ataupun keperluan umum, adalah hal yang membanggakan.
Oleh karena itu pria kelahiran Riau 25 Maret 1990 ini berupaya untuk memanfaatkan pengalaman serta pengetahuan demi membangun bisnis mandiri. Ia menyatakan, modal yang digunakan pada waktu itu adalah nekat dan semangat.
“Awal memulai usaha itu hampir tidak pakai modal. Hanya indomie, kopi untuk begadang, ide dan ilmu untuk membuat program serta laptop dan internet lab kampus,” ujar Harland.
Dengan kerja keras serta kerja cerdas yang dia lakukan, pun akhirnya mampu melahirkan produk aplikasi digital dengan kualitas mumpuni. Aplikasi tersebut adalah aplikasi AortaLife. Secara umum, aplikasi ini mempunyai fungsi untuk mengakuisisi tanda-tanda vital manusia, yang meliputi jantung, irama jantung, elektrofisiologi jantung (EKG), suhu serta pantauan pergerakan motorik.
Bahkan ketika mengembangkan #aplikasi tersebut di bangku kuliah, ia mendapat kepercayaan untuk menghadiri undangan ke pusat pengembangan industri teknologi Amerika Silicon Valley. Tidak hanya itu, ia juga mendapat pelatihan khusus Chief Medical Officer di California pada tahun 2012.

Berkecimpung Di Dunia yang Berbeda

Jika ditilik kembali, sebenarnya bidang industri teknologi bukan menjadi pilihan utama bagi seorang Harland. Melihat background sang ayah yang bekerja di bidang perminyakan, ia sebenarnya juga diarahkan untuk menekuni bidang yang sama. Oleh karena itu ia memilih bersekolah di SMA Cendana Chevron.
”Riau kan kota minyak. Ayah juga bekerja di bidang itu. Jadi lingkungan telah membuat saya ingin bekerja di perminyakan,” kisahnya.
Namun entah bagaimana, ketika menginjak bangku kuliah, ia justru masuk ke Telkom University. Universitas yang sangat erat hubungannya dengan teknologi tersebut, perlahan membimbing langkah Harland menjajaki dunia baru.
Namun ia sangat yakin bahwa, apa yang ya lakukan selama itu positif tentu akan memberikan hasil yang baik. “Saya akhirnya menyadari rezeki yang digariskan Allah tidak pernah tertukar. Dan Allah itu selalu memberi yang terbaik. Dari situ saya yakin bidang ini yang terbaik untuk saya,” ungkapnya.
Dari situlah yang mulai mendalami dunia teknologi, bahkan berhasil mengantarkan dirinya sebagai salah satu lulusan berprestasi. Ini tidak lepas dari usaha pembuatan aplikasi berbasis mobile yang ia kembangkan bersama beberapa teman di Newbee Corp.
Setelah beberapa waktu dan melihat besarnya potensi pengembangan startup, ia kemudian meresmikan Newbee Corporation sebagai badan usaha berbentuk perseroan terbatas (PT) pada 25 Maret 2012.

Pencapaian Usaha

Tidak hanya aplikasi AortaLife yang berhasil mengantarkan dirinya ke ranah global, Newbee Corp juga dikenal sebagai produsen banyak aplikasi berkualitas lain seperti Korankoe, Envious, Pinterus, ieGamelan, Mandiri Regional Environmental Management System, Hi indonesia, ERP Bebek Goreng KALEYO, SIMONAS, Raja Ampat Adventure Game, Game AGUSTUSAN, dan Quran digital.
Yang terbaru, target Harland adalah membawa perusahaannya fokus mengembangkan satu aplikasi yang diberi nama  e-Resto.
“Kami ingin fokus dan mengembangkan e-Resto. Kami ingin menjadi provider utama di bidang resoran. Dan apabila e-Resto sudah berkembang, kami akan kembali mengembangkan inovasi baru dan membuat karya aplikasi baru lagi,” tegas Harland.
#tda #wirausahamuda #ukmmedan #komunitassosial
www.tdamedan.org
sumber : maxmanroe.com
5 Langkah Mengatasi Neomania
Obsesi yang baru tidak harus menjadi hal yang buruk.

Neomania, yang didefinisikan sebagai obsesi dengan yang baru, merupakan ciri budaya Amerika. Anda tidak akan menemukannya di kamus, tapi Anda akan melihatnya di wajah semua orang yang menunggu iPhone atau Android berikutnya. Anda bahkan bisa menangkapnya di pantulan ponsel cerdas Anda saat Anda menggulir berita.

Neomaniak merasa sulit, jika tidak mungkin, bertahan dengan apapun. Mereka terpental dari pekerjaan ke pekerjaan, kota ke kota dan tempat tidur, selalu lapar untuk melakukan penaklukan berikutnya. Mereka tidak pernah terpenuhi. Tapi ada satu hal yang sama sekali tidak mereka ketahui - eselon kewirausahaan tingkat atas.

Apakah Anda berjuang untuk menemukan langkah wirausaha Anda? Inilah lima tanda yang perlu Anda ubah neomania Anda - dan lima langkah untuk menyembuhkannya.

1. Anda cek kabar hal pertama di pagi hari.
Orang-orang Neomaniac lebih memilih berita tentang refleksi. Pengusaha sukses justru sebaliknya. Refleksi adalah kebutuhan dasar manusia, tepat di atas sana dengan makanan dan air. Anda merasa lapar akan renungan karena Anda memerlukannya untuk membuat keputusan cerdas. Tapi sudah umum terjadi kesalahan bahwa kelaparan akan kebutuhan untuk memberi makan lebih banyak informasi.


2. Anda memiliki lebih banyak pasangan daripada yang bisa Anda hitung.
Obsesi terhadap hal baru tidak terbatas pada informasi. Kebanyakan neomaniak juga romantik tak berdaya, lebih memilih serangkaian dalliances dangkal dalam hubungan yang solid.

3. Anda telah menghabiskan lebih banyak uang daripada yang Anda dapatkan pada skema cepat kaya.
Telinga Neomaniak terasa riang saat mereka mendengar skema pemasaran terbaru. Mereka akan membeli sesuatu yang akan mengalihkan perhatian mereka dari apa yang mereka mulai.

4. Anda menghabiskan lebih dari satu jam di media sosial setiap hari.
Media sosial adalah neo-dot. Selalu ada sesuatu yang baru untuk mengalihkan perhatian Anda dari melakukan apa yang perlu Anda lakukan.

5. Anda adalah job-hopper.
Neos berpura-pura bahwa kurangnya kepuasan kerja mereka ada kaitannya dengan pekerjaan mereka. Tapi jika Anda bangga dengan pekerjaan Anda, dan Anda melakukannya dengan baik, Anda akan selalu menemukan kepuasan. Menurut legenda, Guru Zen ke-2 membasuh padi selama 10 tahun berturut-turut. Betapa membosankan pekerjaan Anda?


Apa yang bisa kamu lakukan
Obsesi yang baru tidak harus menjadi hal yang buruk. Jika Anda berfokus untuk melakukan satu hal dengan cara baru, Anda bisa melakukan spin positif pada neomania dan menjadi ahli dalam hal apa pun yang Anda pikirkan.

Saya tahu banyak tentang neomania karena saya adalah neomaniak terbesar yang saya kenal. Saya tidak bisa bertahan dengan pekerjaan atau pacar yang sama lebih lama dari beberapa bulan. Hari-hari saya terdiri dari pemindaian Facebook, email dan berita untuk sesuatu yang harus saya hadapi.

Tapi kemudian saya memulai karir menulis saya. Saya menyalurkan cintaku kepada yang baru untuk menemukan cara baru menulis lebih baik, dan untuk menceritakan kisah saya. Dan dalam dua tahun, saya berhasil menciptakan karir sambil melepaskan kebiasaan lama dan neomaniak saya.

Berikut adalah lima tip yang membantu saya melakukan transisi:

1. Renungkan.
Melalui meditasi, saya melatih otak saya untuk memilah-milah apa yang sudah saya ketahui. Saya duduk diam dan mengamati pikiran saya, mencatat keinginan saya untuk mengecek email atau Facebook. Lalu aku menolak impuls itu, malah memilih mengarahkan fokusku pada rasa syukur atau penerimaan diri.

Jika Anda duduk diam selama 10-20 menit setiap hari - tidak ada telepon, tidak ada komputer - Anda akan belajar bagaimana mensintesis hal baru dari informasi yang sudah Anda miliki. Steve Jobs adalah seorang meditator karena alasan ini.

2. Batasi asupan berita Anda.
Saya dengan jelas mengingat sebuah acara makan siang kuliah pada tahun 2013 di mana saya melepaskan telepon saya dan secara naluriah mengklik situs media. Tapi untuk beberapa alasan saya berhenti, dan bertanya apakah saya benar-benar perlu melakukan apa yang saya inginkan. Jawabannya adalah tidak.

Sejak saat itu, saya mengajari diri saya untuk mengajukan pertanyaan itu setiap kali saya ingin menjelajahi web atau membaca berita. Sekarang saya tidak membaca berita sama sekali, dan saya mendapati diri saya tidak kurang tahu dari orang lain. Tapi saya menemukan diri saya meraih lebih banyak dalam karir saya daripada kebanyakan orang. Kebetulan?

3. Batasi social media sampai 10 menit sehari.
Media sosial memiliki tujuannya. Tetapi jika judul pekerjaan Anda tidak termasuk media sosial, Anda tidak perlu menghabiskan lebih dari 10 menit sehari untuk melakukannya. Lebih dari itu akan memulai umpan balik neomania.

4. Baca banyak pada satu topik.
Paradoks yang lucu adalah semakin Anda tahu, semakin Anda menyadari ketidaktahuan Anda. Itu sebabnya Grandmaster bisa belajar catur atau kung fu di tahun 80an mereka dengan semangat yang sama seperti di usia 20-an.

Jika kualitas hidup Anda telah terdegradasi oleh fiksasi yang baru, lupakan kebiasaan itu dengan menyesuaikan satu subjek. Belajar semua yang saya bisa tentang menulis membuat saya menghargai betapa saya bisa menikmati melakukan hanya satu hal. Dan itu membantu saya melupakan keinginan saya untuk arus konstan baru.

5. Mulailah sebuah jurnal.
Semakin Anda bercermin, semakin sedikit Anda merasa didorong untuk secara kompulsif mencari informasi baru. Saya tidak mempelajarikan neomania saya sebagian besar dengan merefleksikan hidup saya dengan sebuah jurnal. Ini menjadi permainan. Saya akan membongkar hari sebelumnya, mencari kekurangannya - pengulangan yang tidak perlu - dan rencanakanlah
#tda #ukmmedan #komunitassosial #neomania
www.tdamedan.org
sumber : http://entrepreneur.bisnis.com
Apakah Nama Merek Anda Membatasi Prospek Bisnis Anda?
Terlalu banyak perusahaan yang akhirnya menyesali nama mereka - belajar dari kesalahan mereka.
Memilih nama merek adalah salah satu langkah awal dalam menciptakan bisnis Anda dan tentu saja di antara yang paling penting - nama yang kuat dan mudah diingat merupakan unsur utama kesuksesan produk, layanan, atau perusahaan Anda.

Sementara nama itu harus menangkap esensi perusahaan, melakukan sebuah judul yang akan menentukan merek Anda selama bertahun-tahun yang akan datang adalah tantangan yang menakutkan. Tidak ada peraturan yang keras dan cepat. Namun, menurut Brandroot yang berbasis di San Diego, adalah bijaksana untuk memikirkan jenis nama bisnis saat mempertimbangkan nama merek Anda. Pilihan yang buruk bisa berakhir secara negatif membentuk dan membatasi perusahaan Anda di tahun-tahun mendatang. Berikut adalah beberapa cara untuk memilih nama merek yang ketat sekarang dapat mengecewakan perusahaan Anda di masa depan.

Pencitraan berbasis lokasi
Ini bisa menggoda. Katakanlah Anda menjual jendela, dan Anda menjualnya di Wisconsin. Pilihannya mungkin sudah jelas: Anda bisa menghubungi bisnis Anda "Wisconsin Windows!" Anda memiliki geotarget Anda tertutup, produk Anda dalam nama dan bahkan beberapa aliterasi menarik untuk menarik perhatian pelanggan. Tapi, bagaimana jika jendela Anda begitu bagus sehingga orang-orang di Minnesota tetangga juga menginginkannya?

Jika Anda berencana untuk mempertahankan bisnis Anda tetap kecil, maka memilih nama berdasarkan lokasi Anda mungkin tidak memiliki pengaruh besar dalam jangka panjang. Namun, jika pasar Anda meluas melampaui batas wilayah Anda, maka memiliki nama yang hanya terkait dengan kota atau wilayah tersebut dapat menahan bisnis Anda kembali, dengan calon pelanggan mengaitkannya dengan area tertentu saja.


Usaha keluarga branding
Ada sesuatu yang aneh tentang memiliki nama merek tanpa nama. Sesuatu yang akrab, sombong dan empuk. Douglas & Sons, misalnya, membangkitkan ikatan, tradisi, dan nostalgia ayah. Namun, merek keluarga bisa memiliki kekurangannya. Mungkin anak Anda tidak ingin melanjutkan bisnis keluarga ketika harus menyerahkan kendali. Dalam hal itu, apakah kekaisaran akan runtuh, membawa nama dan warisan Anda dengannya? Atau, bagaimana jika perusahaan mengalami masalah hukum? Memiliki konotasi negatif yang terkait dengan nama merek Anda tidak hanya buruk untuk bisnis, tapi juga bisa menimbulkan dampak generik pada keluarga Anda juga.

"Nama bisnis Anda seharusnya terbukti di masa depan, dengan kemampuan untuk melayani Anda bahkan dalam situasi bisnis yang paling tak terduga. Bisnis Anda cenderung berubah atau berpindah arah beberapa kali selama keberadaannya, jadi nama tersebut harus mempertimbangkan setiap kemungkinan perubahan atau perluasan. Tapi, itu juga harus mempertimbangkan perubahan teknologi, ekonomi dan permintaan / kebutuhan akan produk Anda. Ya, nama bisnis yang hebat bisa mencakup semua basis ini dan banyak lagi, "jelas Michael Rader, CEO Brandroot.

Branding spesifik demografis
Sebagian besar perusahaan memiliki demografis tertentu yang ingin mereka targetkan tetapi penting untuk tidak membatasi basis klien Anda dengan menjadi terlalu preskriptif dengan nama merek Anda. Misalnya, perusahaan rental sepeda jangka panjang My Bike Argentina akan disebut "The Student Bike Company," karena pertama kali diarahkan untuk belajar-mahasiswa luar negeri yang akan tinggal di Buenos Aires, Argentina selama enam bulan atau lebih. Namun, sang pendiri mengakui bahwa kota ini juga menarik wisatawan jangka panjang yang datang untuk belajar tango dan belajar bahasa Spanyol sehingga berganti nama untuk meningkatkan jumlah calon penyewa sepeda.

Menurut InfluenceTree managing partner Leonard Kim, "Bila Anda menamai perusahaan, Anda tidak boleh membatasi nama Anda ke target pasar Anda. Sebaliknya, Anda harus memikirkan apa yang menjadi target pasar Anda."

Sesuatu yang akan membuat mereka tertarik pada apa yang Anda tawarkan? "Mari kita gunakan The Viceroy Hotel, hotel favorit saya di New York, sebagai contoh," tambah Kim.

"Viceroy menarik orang-orang seperti saya, yang merupakan pemimpin baru di bidang kita, berpenghasilan tinggi, muda dan memiliki dorongan kewirausahaan dan kreatif," kata Kim. "Jika mereka menamai diri mereka sebagai pusat kreatif atau hotel kreatif, mungkin kita akan Tidak tertarik pergi ke sana, bahkan jika arsitektur, atmosfer dan kamarnya dibangun dengan cara yang sama. Tapi, dengan mengambil kata yang berarti apa yang kita rasakan tentang diri kita dan menempatkannya pada nama hotel mereka, mereka tidak dapat melakukannya. Hanya menarik audiens target mereka tapi juga orang lain yang penasaran seperti apa Viceroy dan apa yang ditawarkannya. "


Pencitraan merek spesifik produk
Banyak pengusaha memulai dengan menawarkan satu produk tertentu, tapi bagaimana bila kesuksesan bisnis berarti perluasan untuk menggabungkan keseluruhan produk atau layanan? Mungkin Wisconsin Windows dari cabang contoh pertama masuk ke pintu penjualan. Apakah mereka mengganti nama mereka, atau merencanakan potensi pertumbuhan sejak awal?


Program nomaden kerja jarak jauh Remote Year menghadapi masalah ini dan terkunci, setidaknya namanya, yang menawarkan program kerja dan perjalanan sepanjang tahun. Pesaing mereka, We Roam, belajar dari kesalahan Tahun Jauh, dan, dengan memilih nama yang lebih terbuka terhadap interpretasi,
Menghindari jebakan terlalu menentukan skala waktu untuk memungkinkan mereka menawarkan paket khusus dengan tanggal mulai dan jangka waktu yang fleksibel. Hal ini memungkinkan mereka melakukan diversifikasi layanan dan mengajukan banding ke pelamar yang lebih luas.

Pentingnya memilih nama merek yang akan memungkinkan merek Anda tumbuh di dalamnya tidak dapat ditekankan cukup. Sebuah merek ulang masa depan tidak hanya mahal, namun dapat membatalkan dukungan pelanggan yang didengar selama bertahun-tahun, jadi perlu dipikirkan panjang dan keras tentang apa bisnis Anda akan dipanggil dari perjalanan pulang.


Genericide, atau membuat nama merek Anda terlalu umum
Apel. Perawan. Jet. Apakah tidak ada sesuatu yang secara inheren mudah diingat dan dipercaya tentang merek dengan nama sederhana? Nama-nama itu menawarkan rasa berkuasa dan kredibilitas tanpa berusaha terlalu keras. Kami merasa seperti mereka selalu menjadi bagian dari bahasa daerah kami (mungkin karena memang begitu!)

Tapi menurut Ryan Erskine dari BrandYourself, perusahaan dengan nama sederhana dan populer menghadapi masalah yang sama sekali baru hari ini: mendapatkan ditemukan secara online. Cukup sulit untuk mendapatkan pengenal merek akhir-akhir ini dengan nama yang unik, jadi bayangkan kesulitan bagi perusahaan yang memilih nama yang sudah pernah dicari jutaan kali per bulan.

Lakukan pencarian Google dengan cepat untuk Jet, dan Anda akan mengerti maksud saya. Mereka harus bersaing dengan New York Jets, JetBlue, Jet's Pizza dan puluhan merek lainnya. Jet.com mengubah dirinya menjadi merek bernilai miliaran dolar, namun masih memiliki masalah dalam memiliki real estat online-nya (bayangkan bagaimana semua "Jets" lainnya di halaman 3 dan 4 terasa).

"Di dunia pencarian saat ini" kata Erskine, "perusahaan Anda mendapatkan Googled oleh pelanggan, investor dan calon karyawan. Bisnis sudah menanjak - jangan membuatnya lebih sulit dengan menyiapkan rintangan digital untuk Anda sendiri sepanjang perjalanan. "

Sebagai gantinya, pilihlah nama yang unik dan berikan diri Anda kesempatan terbaik untuk menerobos kebisingan.
Kapan Menghabiskan "PR" dan kapan Melakukannya Sendiri (atau Tidak Sama sekali)
Anda menjual ceritamu kepada pelanggan Anda. Anda juga bisa menjualnya ke media.

Anda baru saja memulai bisnis Anda, situs web Anda selesai, SEO Anda berbaris, produk Anda siap dikirim, dan Anda memiliki tim yang lapar yang ingin sekali memanfaatkan momen tersebut. Yang perlu Anda lakukan sekarang adalah mendapatkan kabar tentang produk yang menakjubkan itu. benar??

Mungkin, tapi mungkin juga tidak.

Saat berbicara dengan pengusaha pemula, terkadang saya menemukan diri saya memberi saran yang tidak diharapkan dari seorang profesional PR. Saya katakan kepada mereka bahwa, untuk banyak merek, mempekerjakan PR pro tidak sebanding dengan harganya. Jangan salah sangka, tim PR yang hebat adalah salah satu alat pembuatan merek terbaik yang bisa digunakan bisnis. Tetapi jika merek Anda tidak diposisikan untuk mendapatkan keuntungan dari strategi PR yang dijalankan dengan baik, Anda bisa menghabiskan waktu dan uang Anda.

Berikut adalah beberapa tip untuk membantu Anda memutuskan apakah PR tepat untuk Anda.

Apakah Anda benar-benar mengerti apa itu PR dan bagaimana hal itu bisa menguntungkan Anda?
Saat merek bekerja dengan agensi Humas, mereka biasanya mencari penempatan media editorial di atas segalanya. Mereka mungkin juga menginginkan bantuan dengan strategi peluncuran mereka, upaya pemasaran, kehadiran media sosial, pembuatan konten dan bahkan manajemen reputasi. Namun, sebagian besar waktu, agen PR dipekerjakan untuk mengirimkan penempatan media yang menyoroti elemen terbaik dari merek di gerai yang melayani konsumen potensial.

Ada nilai nyata dalam pendekatan ini bila dibandingkan dengan periklanan, yang dapat dilakukan siapa pun jika mereka memiliki uang; Penempatan editorial diperoleh Wartawan dan editor tidak berkewajiban untuk peduli dengan cerita asal Anda atau peluncuran produk terbaru Anda, jadi saat Anda mendaratkan penempatan editorial yang hebat, ini memberi sinyal kepada dunia bahwa cerita Anda layak untuk diperhatikan.

Kenyataannya yang suram bukanlah setiap brand memiliki cerita yang bisa diceritakan secara konsisten seiring berjalannya waktu, dan tidak semua brand perlu. Sebenarnya, banyak merek tidak memiliki cerita yang layak diceritakan sama sekali, atau melihatnya dengan cara yang berbeda, menceritakan kisah mereka tidak akan memberi cukup nilai untuk membenarkan biaya. Agen humas akan selalu senang mengambil uang Anda. Terserah Anda untuk memutuskan apakah Anda memerlukan perhatian yang bisa mereka berikan pada merek Anda.


Sebagai seorang pengusaha, tidak ada seorang pun yang tahu siapa merek Anda yang lebih baik daripada Anda. Tim PR yang berkomitmen dan kreatif pasti bisa membantu menceritakan kisah merek Anda, namun ada kemungkinan nyata - dengan sedikit latihan dan penelitian - bahwa Anda dapat melakukan pekerjaan yang lebih baik daripada agen tingkat menengah yang Anda pikirkan untuk merekrut.

Setiap pengusaha harus melakukan yang terbaik untuk merasakan dunia media dan mengembangkan pemahaman tentang apa yang dicari oleh khalayak ramai di liputan mereka. Ketika Anda mulai mengalami hasil yang berkurang dari usaha Anda, atau Anda ingin melihat strategi yang lebih terlibat, Anda harus beralih ke seorang profesional. Meski begitu, Anda harus tetap terlibat semaksimal mungkin.

Konten lebih penting daripada kontak.
Tanpa pertanyaan, rolodex kontak adalah titik penjualan tunggal yang paling overrated untuk PR profesional. Ini juga merupakan alasan utama mengapa perusahaan perlu membawa agensi. Hubungan media yang baik akan membantu mendapatkan email Anda dibaca oleh reporter dan produsen, dan bahkan mungkin memberi Anda keunggulan kecil dibanding pemanggil dingin. Tapi orang PR jarang memiliki lebih dari sedikit kontak bagus. Dan hanya karena kontak tersebut bekerja dengan klien masa lalu, itu tidak berarti bahwa mereka akan memberi perlakuan khusus pada merek Anda.

Jika Anda bisa menceritakan kisah menarik kepada wartawan yang tepat pada saat yang tepat, mereka akan terlibat dengan Anda karena Anda membantu mereka. Tapi mereka tidak akan menempatkan Anda di sampul Pengusaha karena publisitas Anda membeli pemimpin redaksi steak empat tahun yang lalu. Terkadang, seruan jujur ​​yang terbuka dari pemilik bisnis jauh lebih hebat daripada nada slick dari seorang pria humas. Di sana, saya mengatakannya.

Anda sudah menjual mitra Anda, investor Anda, dan bahkan diri Anda sendiri, jadi jika Anda bisa menjual ceritanya kepada mereka, Anda bisa menjualnya ke jurnalis. Lagi pula, reporter juga orang. Selama Anda bersedia menginvestasikan waktu, melakukannya sendiri bisa membayar dividen.

Jangan takut bermimpi besar, tapi bersikaplah realistis.
Saya secara teratur menerima RFP yang menguraikan tujuan PR perusahaan secara rinci. Jenis pengaturan agenda ini penting, namun terlalu sering, ambisi merek sama sekali tidak realistis. Jika Anda meminta potongan pemikiran New York Times di lini produk perawatan rambut wanita baru Anda, Anda menyiapkan diri untuk kecewa. Anda juga merusak kemungkinan menempa hubungan jangka panjang yang produktif dengan agensi Anda. Dan jika Anda pikir Anda akan mencapai tujuan realistis Anda dalam beberapa bulan, pikirkan lagi. PR yang baik membutuhkan waktu, dan tidak adil bagi agensi Anda untuk memberi tekanan pada mereka.

Hal lain yang perlu diingat - penempatan media yang solid tidak selalu mengarah pada peningkatan penjualan, terutama di lingkungan media yang terfragmentasi saat ini. Penempatan media bukan tentang konversi; Ini tentang membangun mea
#tda #ukmmedan #komunitassosial #menghabiskanPR
www.tdamedan.org
sumber : http://entrepreneur.bisnis.com

SEKRETARIAT

Jl. Kapten Muslim No. 75A Medan - Sumatera Utara - Indonesia (Resto Kampung Deli) Contact: Phone: 0822 8308 3694 PIN BBM: 5F668994 Email: medantda@gmail.com

TDA PEDULI

Salurkan Infaq anda ke:
Bank Syariah Mandiri
A.n:
Komunitas TDA Medan
No. rek 7088026467