TDA MEDAN Bersilaturahim, Belajar Bersama, Berkolaborasi Membangun Perekonomian Negeri.

http://www.tdamedan.org/

KOMUNITAS TANGAN DI ATAS MEDAN

Search This Blog

Powered by Blogger.

Sponsorship

http://www.narsisdigitalprinting.com/
http://www.narsiseducation.com/

Tanpa Diceritakan, Ternyata Facebook Sudah Tahu Banyak Tentang Kamu


Facebook masih merupakan platform media sosial terbesar di dunia. Membantu kamu terhubung dan berbagi dengan orang-orang yang kamu kenal.

Facebook bisa digunakan secara gratis dan kita juga mungkin tahu bahwa Facebook menghasilkan pendapatan dari iklan yang tertarget. Dengan melacak apa yang kamu lihat dan klik pada saat menggunakan situsnya.

Facebook Tahu Banyak Tentang Kamu

facebook
Facebook juga mengumpulkan informasi dari perincian profil kamu, untuk mencari tahu apa yang kamu suka sehingga iklan yang tampil lebih relevan.
Facebook melacak apa yang kamu suka, yang kamu bagikan, komentar-komentar kamu, dan apa yang kamu lihat. Itulah harga yang harus dibayar oleh pengguna Facebook.
Facebook sendiri mengakui melakukan hal itu. Sejauh ini masih sesuai kebijakan yang ada yakni hanya untuk menayangkan iklan yang lebih baik.
Namun, sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh ProPublica mengungkap bahwa Facebook tahu lebih banyak tentang kamu.

Facebook Tahu Lebih Banyak

mark zuckerberg
Ternyata Facebook mengumpulkan informasi pengguna dari beberapa sumber yang berbeda, termasuk data pribadi yang tidak kita cantumkan secara online.
Facebook bekerja sama dengan grup penyedia data pihak ketiga seperti Acxiom, Datalogix (Oracle Data Cloud), Epsilon, Experian, dan Quantium.
Artinya, Facebook juga mungkin mengetahui perincian gaji, restoran favorit, daftar belanja supermarket, lokasi yang kamu kunjungi, dan lainnya. Yang digunakan untuk menampilkan iklan yang benar-benar relevan.
Facebook tidak memberi tahu pengguna tentang data ini. Singkatnya, Facebook ingin mengumpulkan semua data yang dibutuhkan dari penggunanya.
Setidaknya, Mark Zuckerberg tidak mengharuskan membayar untuk menggunakan Facebook. Tapi, mereka memang harus menjalankan perusahaan dan memberikan Facebook tetap gratis untuk kamu.
Di sisi lain, privasi pengguna juga tidak dapat diabaikan. Bagaimana pendapat kamu?
#tda #facebooktaukamu #ukmmedan #komunitassosial
 www.tdamedan.org 
sumber : tipswirausaha.com

Cara Belanja Hemat di Supermarket

TIPSWIRAUSAHA.COM – Tahun ini merupakan tahun di mana masyarakat semakin besar akan kebutuhan pokoknya, mulai dari sandang, pangan, maupun papan. Banyak sekali bisnis-bisnis bermunculan untuk mengantisipasi lonjakan besar yang terjadi di sektor ini, seperti bisnis waralaba supermarket.
Supermarket yang ada di Indonesia menawarkan berbagai bahan pokok makanan yang pastinya sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Tak cuma bahan pokok, supermarket pun juga menawarkan berbagai kebutuhan lain seperti pakaian dan properti, bahkan ada juga yang menawarkan kebutuhan tersier yang lain, seperti motor atau mobil yang merupakan bagian kerja sama dari pihak ketiga.
Melihat potensi yang besar ini, banyak sekali supermarket yang semakin menjamur dan memberikan penawaran luar biasa untuk bisa bersaing di tengan ketatnya bisnis waralaba supermarket, seperti diskon, harga yang paling murah, hadiah akhir tahun, dan lain-lain.
Masyarakat pun semakin kewalahan dengan ini semua, karena mereka begitu bingung harus memilih supermarket mana yang menawarkan layanannya yang terbaik, dan agar mereka tidak terjebak dan tertipu dari iklan-iklan yang menyesatkan. Masyarakat juga ingin belanja secara hemat dan menurut kebutuhannya di supermarket, namun masih takut bila tergiur dengan diskon yang begitu besar.
Berikut panduan singkat dalam belanja secara hemat di supermarket:

1. Buat check-list barang yang akan dibeli di supermarket 

Ini sangat penting. Apalagi jika barang yang akan dibeli adalah barang-barang pokok. Dengan menuliskan check-list untuk barang-barang yang akan dibeli, Anda bisa meminimalisir resiko membeli barang yang tak dibutuhkan.
Dengan ini pula Anda bisa leluasa mengatur pengeluaran secara tepat guna dan uang yang sebenarnya Anda inginkan untuk membeli barang-barang mewah, bisa Anda gunakan untuk keperluan yang lainnya di masa mendatang.

2. Disarankan untuk membawa uang cash, bukan kartu kredit

Uang cash sangat dianjurkan bila Anda pergi berbelanja ke supermarket, apalagi Anda sudah benar-benar tahu harga yang akan Anda tukarkan untuk membeli check-list yang telah Anda buat. Memang kartu kredit juga bisa dijadikan pegangan, namun kartu kredit memiliki nilai jual yang tak terhingga.
Maksudnya, Anda bisa membeli apa saja dan dengan harga berapapun untuk bisa membeli barang di supermarket. Dan bila Anda mulai tergiur dengan diskon besar-besaran, dikhawatirkan Anda juga memilih untuk membeli barang itu, dan akhirnya Anda tersadar bahwa Anda menambahkan hutang untuk barang yang tidak Anda butuhkan.
Ingat! Pemilik supermarket tahu benar akan hal ini. Supermarket bisa membuat berbagai penawaran menarik yang bisa menaklukkan benteng Anda untuk membeli barang itu. Jadi disarankan untuk membawa uang cash bila berbelanja di supermarket. Ini bisa mengontrol pengeluaran Anda dalam berbelanja.

3. Ajak teman/kerabat untuk mengingatkan bila tergiur diskon besar

Bila Anda termasuk orang yang mudah tergoda dengan harga murah dan diskon besar walaupun telah membuat berbagai check-list dan telah membawa uang cash seperlunya, kini saatnya Anda cari bantuan.
Ajak teman atau kerabat Anda yang bisa mengingatkan jika Anda mulai berbelanja hal-hal yang tidak berkaitan dengan kebutuhan Anda saat itu. Atau, Anda bisa menyuruh orang lain yang Anda percayai untuk membelikan barang-barang itu untuk Anda.

4. Membandingkan harga-harga barang dengan supermarket lain

Bila Anda mempunyai banyak waktu luang, Anda bisa mencari info mengenai harga barang di supermarket lain dan membandingkannya dengan supermarket yang akan Anda tuju.
Hal ini bisa menguntungkan untuk Anda bila ternyata terdapat supermarket yang lebih murah dibanding dengan supermarket yang lain, apalagi di jaman sekarang supermarket yang tersebar di daerah Indonesia tak henti-hentinya membuat berbagai inovasi yang diharapkan bisa menjaring lebih banyak konsumen.
Dan pada akhirnya, semua kembali kepada Anda. Anda bisa memilih untuk melakukan semua hal di atas, atau bisa menambahkan cara lain yang lebih efektif untuk bisa berbelanja hemat di supermarket. Semua pilihan kembali kepada Anda.
Selamat berbelanja!
#tda #belanjahemat #ukmmedan #komunitassosial
www.tdamedan.org
sumber : tipswirausaha.com

Hal Yang Bisa Dipelajari Entrepreneur dari Autodesk

TIPSWIRAUSAHA.COM – Baru-baru ini, Autodesk mengumumkan beberapa aplikasi dan program pendidikan akan tersedia secara gratis kepada siswa, guru, sekolah, dan perguruan tinggi. Lebih dari 680 juta siswa dan guru akan mendapatkan keuntungan dari seluruh dunia ini, dan itu bisa berdampak sebanyak 800.000 sekolah di hampir 200 negara.
Perangkat lunak mereka akan memberikan siswa akses untuk merancang alat dan program, membantu dalam beragam industri. Dari rekayasa hingga manufaktur, Autodesk membantu pengguna mendapatkan keterampilan untuk memecahkan tantangan yang relevan.
Ini adalah langkah besar oleh Autodesk, dan dapat mengubah cara program perangkat lunak didistribusikan di masa depan. Hanya waktu yang akan memberitahu, tapi, berkat keputusan ini, diperkirakan perubahan besar akan datang.
Beberapa pelajaran dapat diambil dari keputusan Autodesk untuk berinvestasi dalam komunitas pendidikan. Apakah Anda seorang perusahaan startup atau perangkat lunak, berikut adalah beberapa takeaway yang mungkin segera akan Anda temukan bernilai.

1. Pendidikan itu penting

Dari perspektif kehumasan, strategi Autodesk jernih. Dengan berinvestasi dalam pendidikan, mereka menunjukkan bahwa mereka peduli terhadap generasi berikutnya dan bersedia untuk membantu dalam pertumbuhan mereka.
Ini tentang lebih dari menawarkan produk gratis; ini tentang menebar manfaat. Sebagai seorang pengusaha, investasi dalam pendidikan dapat memberikan manfaat PR yang sangat baik.

2. Membangun dari bawah ke atas

Ketika memasarkan produk yang sudah ada, reposisi produk lama, atau meluncurkan yang baru, penting untuk secara membangun dasar yang kuat secara strategis.
Untuk sebuah perusahaan yang menghasilkan uang dengan menyediakan tenaga kerja dengan alat desain, masuk akal bahwa mereka akan mulai dengan generasi berikutnya dari angkatan kerja.
Dengan berfokus pada siswa yang lima atau sepuluh tahun lagi dari menjadi pelanggan potensial, Autodesk menanam benih pepata.

3. Mengembangkan produk unik untuk mempertahankan pelanggan

Dengan memanfaatkan fitur software yang inovatif, Autodesk membuat pengaturan standar tertentu yang tentu akan mulai diharapkan pengguna. Setelah pengguna menjadi terbiasa dengan fitur yang ditawarkan oleh Autodesk, mereka tidak akan pernah ingin berpisah.
Autodesk memilih untuk menjadi pemimpin dalam industri, sebagai lawan dari pengikut atau peniru. Orang-orang akan terus memilih Autodesk, bukan karena mereka harus, tetapi karena mereka ingin.

4. Konsumen menginginkan kemudahan dalam penggunaan

Sementara pengumuman terbaru Autodesk tentang model bisnis baru mereka tentu menarik bagi mereka yang terlibat dalam industri pengembangan perangkat lunak, lebih jitu adalah berbagai jenis produk dan jasa yang mereka tawarkan.
Ketika menganalisis Autodesk dan perusahaan lain seperti Invision, alat kolaborasi alur kerja untuk desainer aplikasi mobile, menjadi jelas bahwa masa depan industri terletak pada kemudahan penggunaan. Desainer mencari fitur yang meminimalkan kesalahpahaman dan memaksimalkan output.

5. Sumber daya tersedia

Belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah dunia, di mana telah ada begitu banyak kemampuan teknologi dan sumber daya kunci. Ketika melihat Autodesk secara keseluruhan, pengusaha harusnya merasa terdorong.
Mereka seharusnya senang dengan kemampuan dan sumber daya yang tersedia di ujung jari mereka dan antusias mengenai bagaimana hal itu akan membantu mereka menyelesaikan tugas-tugas dan berkolaborasi di masa depan.
Sebagai seorang pengusaha yang ingin mengembangkan produk dan layanan yang menjangkau jutaan orang dan berhasil memenuhi kebutuhan terhadap platform desain kreatif, tentu terserah Anda untuk belajar dari yang terbaik. Perusahaan seperti Autodesk dan Invision secara luas menjadi pemimpin, ipertimbangkan dalam industri dan menyediakan calon pengusaha dengan banyak pelajaran.
Mereka tidak hanya memberikan gambaran yang kuat tentang apa yang tampaknya seperti berinvestasi pada konsumen, tetapi mereka juga menyediakan wawasan berharga tentang masa depan industri desain, dan apa yang Anda butuhkan untuk mendapatkan keberhasilan jangka panjang. Mengikuti teladan mereka, dan Anda mungkin akan menemukan kesuksesan di masa depan.
#tda #autodesk #ukmmedan #komunitassosial
www.tdamedan.org
sumber : tipswirausaha.com

4 Cara Menemukan Peluang Bisnis Yang Cocok Dengan Anda 

TIPSWIRAUSAHA.COM – Terdapat ribuan cara yang bisa anda lakukan untuk mendapatkan keuntungan dalam berbisnis. Banyak sekali peluang yang bisa anda lakukan untuk memulai sebuah bisnis. Namun terkadang peluang itu tidak bisa kita manfaatkan karena berbagai hal kendala yang membuat kita enggan memulainya.
Insting bisnis yang selalu datang setiap saat memang selalu menjadi gangguan pemikiran tersendiri bagi seorang wirausahawan. Namun tidak sampai di situ saja, berbagai kendala muncul ketika kita akan memencoba menjalankan ide bisnis tersebut. Mulai dari kendala permodalan, waktu hingga sumber daya yang anda miliki.
Misalnya, saat anda menemukan ide untuk membuat tempat makan dengan tema vintage dan makanan khas jajanan desa yang dikemas sebaik mungkin akan sia-sia jika tidak dilaksanakan. Jika anda akan melaksanakannya pun, kendala muncul berupa tidak adanya modal yang dimiliki.
Beragam permasalahan pasti muncul untuk menjalankan sebuah ide bisnis. Namun percayalah bahwa setiap permasalahan pasti akan ada jalan keluar, dari beragam ide tersebut pasti ada beberapa yang cocok dengan anda. Cocok dengan keadaan anda saat ini dan bisa mengantarkan anda menuju kesuksesan dalam dunia bisnis.
Berikut ini terdapat 4 cara untuk menemukan bisnis yang cocok untuk anda :

1. Temukan kebutuhan yang belum tercukupi di sekitar anda

Ide bisnis terkadang paling sering datang karena kebutuhan orang lain di sekita kita yang belum tercukupi. Anda bisa memanfaatkan hal ini untuk meraup keuntungan. Misalnya, di lokasi anda belum ada orang yang menjual baju gamis, sementara semakin banyak orang yang membutuhkan baju gamis. Ini akan menjadi peluang bagi anda untuk memulai bisnis dengan berjualan baju gamis.

2. Cari inspirasi dari internet dan buku

Inspirasi bisnis bisa datang dari manapun dan kapanpun. Terlebih jika anda mencoba untuk aktif mencari di internet atau dari membaca buku. Banyak sekali pilihan ide bisnis yang sudah banyak digeluti oleh orang lain dan telah sukses. Anda bisa menirunya atau memodifikasi sedikit sesuai dengan kemampuan dan selera anda. Gunakan apa yang anda miliki saat ini semaksimal mungkin.

3. Belajarlah pengalaman dari orang lain

Pengalaman memang merupakan guru yang paling penting. Namun jika anda bisa belajar dari orang lain yang pernah jatuh bangun dalam sebuah bisnis, anda tinggal mempraktekannya dan tidak perlu jatuh. Ibarat kata, jika ada jalan yang lebih aman dan diberitahu oleh orang yang telah melewati jalan rusak, maka pilihlah jalan yang lebih aman.

4. Manfaatkan keahlian yang anda miliki

Keahlian yang anda miliki dan tidak dimiliki oleh orang lain merupakan investasi terpenting dalam hidup anda. Jika anda pandai mengemasnya dengan baik, anda tidak perlu ragu untuk memanfaatkannya menjadi lahan bisnis yang menguntungkan. Misalnya anda ahli dalam memperbaiki mobil dengan cara cepat, maka bukalah bisnis bengkel mobil dan lain sebagainya. Anda bisa memanfaatkan investor untuk mendapatkan modal.
#tda #idebisnis #ukmmedan #komunitassosial
www.tdamedan.org
sumber : tipswirausaha.com
Pelajari Polanya dan Lakukan Tipsnya!!!

Salah satu yang saya coba refleksikan dalam pergantian tahun kali ini adalah soal hutang. Mempelajari polanya dan mencoba merumuskan solusinya.
Kenapa ini penting direfleksikan? Karena saya liat tak banyak yang mencoba membuat resolusi yang fokus di sektor ini. Padahal di antara mereka justru banyak yang terjebak dalam masalah ini. Tapi justru tidak mencoba merefleksikannya dan menjadikannya sebagai resolusi penting untuk kehidupannya di masa mendatang.
.
Membuat test case
Dalam satu tahun Kemaren itu sepanjang tahun 2016 saya memang menyengaja mencoba memposisikan diri sebagai pihak yang tidak berhutang. Tapi sebaliknya menjadi pihak yang di posisi pemberi hutang. Biasanya sih saya yang paling demen berhutang.
Apakah uang saya lagi banyak? Tidak juga! Mungkin saja malah sebenarnya duit orang-orang itu lebih banyak. Tapi saya punya tujuan lain memang. Saya ingin memecahkan salah satu misteri utang. Yang itu banyak terjadi di sekeliling kita.
Apakah itu? Yakni, kenapa orang-orang yang berhutang kebanyakan akan sulit mengembalikan hutangnya dan plus ditambah menjadi sangat sulit jalan rezekinya, bahkan seringkali menjadi semakin buntu? Apakah ini kebetulan ataukah ini sebuah ilmu? Artinya bisa dijelaskan secara ilmiah, bisa diterangkan berdasarkan pola-polanya dan bisa dijelentrehkan sabab dan musababnya.
Melihat Tiga Fakta
Fakta yang pertama, setahun ini saya memberi hutang pada lebih dari 20 orang. Sebetulnya awalnya ingin saya batasi hanya 9 orang. Tapi mungkin mendengar dari mulut ke mulut kalau hutang ke si A itu gampang, maka jumlahnya kemudian bengkak menjadi tiga kali lipatnya. Ada yang hanya hutang satu juta, sepuluh juta, ada yang seratus juta, bahkan ada yang hampir 200 juta. Dan semuanya tanpa ada tanda tangan hitam di atas putih. Dan itu memang saya sengaja. Asal transfer saja dan percaya dengan apa yang diminta. Pokoknya dibikin semuanya mudahlah, kan memang sudah diniati dari awal.
Apa yang menarik dari sini? Ternyata mereka yang berhutang itu datang dengan pola yang sama. Mau berhutang dengan nominal sekian dan menyebutkan alasannya bahkan ada yang sambil menitikkan airmata. Setelah itu memperkuat alasan itu dengan janji, sekali lagi dengan janji, bahwa uang akan dikembalikan tanggal sekian atau bulan sekian atau setelah proyeknya selesai. Kadang itu disertai sumpah segala.
Fakta kedua, berapa orang yang akhirnya membayar dan memenuhi pembayaran tepat sesuai janjinya? Survei membuktikan: Hanya lima orang. Artinya kurang dari 25 persen dari total mereka yang berhutang.
Bagaimana perilaku sebagian besar mereka? Hampir polanya sama. Mereka Menghindar. Mematikan telepon. Dihubungi tidak direspons. Bahkan ada yang menghilang. Intinya satu, mereka pergi atau lari dari tanggung jawab dan mengingkari janjinya sendiri. 
Fakta yang ketiga, bagaimana kehidupan mereka setelah berhutang dan kemudian lari dari kewajibannya? Apakah lebih baik atau justru lebih buruk kondisi hidupnya?
Ternyata pola yang ditemukan juga sama. Hidup mereka semakin susah semua. Secara ekonomi semakin terpuruk bahkan ada yang makin terlilit hutang dengan pihak-pihak lainnya. Makin bertumpuk hutangnya. Secara sosial juga buruk. Terisolir atau mengisolir diri dari pergaulan dan lingkungan sosialnya. Hubungan dengan keluarganya juga menjadi sangat buruk. Secara spiritual juga kacau balau. Ibadahnya berantakan, kedekatan kepada Tuhan nyaris ke titik terendah bahkan ada yang kemudian menyalah-salahkan Tuhan. Menuduh Tuhan sudah tidak adil dalam hidupnya. Fatal banget pokoknya!
.
Mengapa fakta itu bisa terjadi? Kenapa mereka yang berhutang itu tidak bisa menyelesaikan hutangnya? Kenapa kehidupannya makin terpuruk? Mengapa mereka semakin terlilit hutang yang lebih dalam?
Yang pertama, saya perlu garis bawahi hutang itu bukan hal yang buruk, bukan sebuah kejahatan, bukan suatu dosa, dan bahkan nabi pun melakukannya. Jadi hutang itu muamalah biasa. Buktinya yang 25% faktanya sebaliknya. Bisa mengembalikan hutangnya sampai lunas, rezekinya makin lancar, dan kehidupan sosial spiritualnya makin baik.
Dalam konteks ini bahkan ada fenomena menarik yang dilakukan sahabat saya Marjunul Noor Purwoko yang melakukan aksi semacam ini, terbukti untuk sampai detik ini, 90% yang pinjam modal ke dia bisa mengembalikan sesuai kesepakatannya. Nah peminjam peminjam yang disiplin membayar hutangnya inilah yang nanti bisnisnya akan cepat sukses.
Nah di mana salahnya? Dimana perbedaannya? Saya mencoba menjelentrehkan dalam bahasa sederhana berdasarkan "riset perilaku" dalam setahun terakhir ini.
Pertama, kenapa Anda terjebak dalam kumparan hutang yang tak selesai? ini ada hubungannya dengan teori niat dan aksi. Maksud saya, antara niat awal dengan fakta yang terjadi sesungguhnya punya hubungan kausalitas yang erat. Fenomenanya bisa dijelaskan begini.
Kebanyakan dari mereka yang berhutang ini setelah uangnya diterima tiba-tiba berubah dari niat awalnya. Yang semula uang itu dimaksudkan untuk keperluan produktif tiba-tiba dialihkan ke keperluan lain yang biasanya konsumtif. Ada penyimpangan niat di situ.
Dalam agama ada ajaran bahwa semua amal itu tergantung niatnya. Niat juga menentukan hasil akhirnya. Apa yang diniatkan dan apa yang dilakukan juga dicatat malaikat. Nah bagaimana jika niatnya sudah keliru? Tentu akan mempengaruhi hasil akhirnya. Niat yang salah akan menghasilkan tindakan dan dampak yang salah juga. Karena niatnya sudah diselewengkan maka hasil akhirnya akan sesat juga. Langkah akan terseok-seok, jalan tidak lurus, dan itu akan bikin susah diri sendiri.
Jadi faktor niat ini yang harus menjadi prioritas ketika orang mau berhutang. Jangan pernah dipakai uang itu diluar dari apa yang sudah diniatkan dari awal. Bahaya karena akan menjadi awal malapetaka yang akan jadi belenggu Hidup Anda. Pakai uangnya sesuai peruntukannya. Biar ke depannya juga mudah jalanya. Ini nanti ada hubungannya dengan konsep vibrasi.
Kedua, perilaku yang salah. Ingkar janji. Hampir ini yang dilakukan semua yang berhutang itu. Ketika sudah pegang uang tidak segera untuk mengembalikan pinjaman. Kebiasaan menunda diteruskan di sini. Ini sepele tapi sebetulnya sangat berbahaya. Apalagi sudah menunda pembayaran ditambah lagi susah dihubungi.
Ganti nomor HP. Menghindar pertemuan dengan bebohong. Pura-pura lupa atau menyusun berbagai alasan yang dibuat-buat. Intinya Anda bikin susah orang. Akibatnya nanti Anda juga akan terjebak dalam kumparan kesulitan yang tak berujung, khususnya problem keuangan yang tak kunjung selesai. 
Ketika Anda menunda pembayaran hutang sesungguhnya Anda sedang mengirim sinyal ke semesta agar pintu-pintu rezeki Anda dari jalan yang lain juga ditunda atau mandeg. Mengingkari janji dalam bentuk menunda bayar hutang itu adalah bagian dari doa Anda sendiri yang mau tidak mau harus terwujud sesuai hukum alam. Bukankah Allah sendiri berfirman bahwa setiap kebaikan yang kamu lakukan akan kembali ke dirimu sendiri dan setiap kejahatan akan kembali pada dirimu sendiri. Ini hukum pasti. Langsung dari Tuhan sendiri. Ini juga mudah dijelaskan dengan teori vibrasi tadi.
Ketiga,kita menjadi sulit keluar dari kumparan hutang karena ketika hutang itu tidak segera dibayar kita masuk dalam hukum kezaliman. Apa mAksudnya? Membayar hutang itu wajib dan Anda sudah berjanji dari awal. Tapi begitu dikhianati sesungguhnya Anda telah menzalimi orang lain yang telah membantu Anda.
Bagaimana rasanya dizalimi? Kita pasti paham dan pernah merasakannya: kecewa, gelisah, resah,kesal, nggondok, mangkal. Pokoknya serba negatif dan susahlah. Yang mungkin tidak Anda tahu getaran negatif itu akan tersambung ke Anda karena ada medianya atau sebabnya yakni proses hutang piutang itu. Rasa kecewa, susah, sakit hati dan semacamnya itu akan tertransfer langsung ke Anda. Menumpuk ke dalam jiwa Anda.
Akibatnya setiap hari Anda mengalami perasaan tidak enak. Tidak bisa tenang. Berpikir jernih pun susah. Apa pun yang Anda lakukan akan salah atau kepentok banyak kendala. Kalo Anda masih memakai uang itu untuk bisnis pun dijamin tidak akan berhasil. Yang ada malah masalah baru. Ketipu, dicuri, hilang, duitnya dijambret dan seterusnya. Alih-alih hutang pertama terselesaikan, yang terjadi justru akan ketambahan utang baru yang kian hari kian menumpuk. Dan Disitulah tanda tanda kehancuran hidup Anda akan tampak.
Lalu bagaimana agar saat dalam posisi banyak berhutang itu Anda bisa segera menyelesaikannya dan lalu justru mendapatkan bonus kemudahan aliran rezeki dari bisnis atau proyek yang bagus yang hasilnya bisa untuk menutupsemua hutang dan bahkan masih punya kelebihan yang banyak?
Ya tentu saja harus kembali ke ketiga hukum tadi. Pertama, luruskan antara niat dan aksinya. Jangan tergoda untuk menyelewengkan niat. Ingat, ini sepele tapi bahaya. Terpeleset di niat imbasnya akan bikin Anda masuk dalam kumparan kesusahan berkepanjangan.
Kedua, begitu uang sudah ada langsung Anda bayarkan secepatnya. Jangan ditunda, agar energi positif langsung merasuk ke tubuh Anda. Begitu Anda membayar maka otak akan merekam itu sebagai memori bahwa Anda itu kaya, punya duit, mampu. Buktinya bisa membayar kok meskipun dengan ngos-ngosan. Dan itulah yang nanti akan diproses otak untuk mewujudkan secara nyata.
Sebaliknya jika Anda tunda pembayarannya maka otak akan merekam itu sebagai tanda bahwa Anda memang miskin, tidak mampu, serba kekurangan buktinya sudah pegang uang pun tidak sanggup membayar. Otak akan memprosesnya sebagai energi untuk membentuk hidup Anda akan begitu terus kondisinya. Serba kurang dan tidak mampu, meski sekedar untuk membayar sebagian hutang yang seharusnya menjadi kewajiban yang diutamakan.
Ketiga, agar Anda terhindar dari doa dan vibrasi orang yang terzalimi padahal dia sudah baik menolong Anda dengan memberi hutang, maka datangi dan mintalah kelegaan hatinya. Datangi, bicara, mintai maaf atas keterlambatan pembayaran. Atau baru bisa membayar sebagian hutang itu. Atau bahkan saat belum bisa bayar sama sekali. Itu akan menenangkan keduabelah pihak. Jika jiwa Anda tenang maka Anda akan bisa bekerja atau berbisnis dengan baik yang akan berbuah keuntungan karena semua energi di tubuh dan pikiran sudah dibuat positif. Pada gilirannya semesta akan mendukung semua langkah Anda bertemu dengan keberuntungan demi keberuntungan. Dan hidup susah itu akan menjauh dengan sendirinya
.
Sedekah itu Leverage
Bagaimana dengan ustad yang menganjurkan agar ketika hidup kita susah dan banyak hutang justru harus sering-sering bersedekah?
Nah itu juga benar. Sebab ketika kita memberi itu sebenarnya kita sedang mengirimkan sinyal ke otak dan semesta bahwa kita ini mampu, kaya, tidak kekurangan. Buktinya sedekah terus kok. Itu yang lagi-lagi akan diproses otak dengan mekanisme vibrasi tertentu untuk segera diwujudnyatakan. Dijadikan pribadi kaya yang sanggup melunasi semua hutangnya.
Sudah tentu tidak cukup dengan sedekah doang. Itu potong kompas namanya. Sedekah itu leverage, daya ungkit. Tapi pada prinsipnya ikhtiar yang tiga tadi dilakukan dulu. Jadi komplementer itu.
Makanya kalau memasuki tahun 2017 ini Anda masih berada dalam pusaran hutang yang tak selesai bisa mulai Instrospeksi dan berefleksi dengan pola-pola di atas. Semoga Tuhan segera pertemukan Anda dengan jalan-jalan kemudahan sehingga bisnis Anda jadi bagus dan banjir rezeki lagi, berlimpah ruah tanpa batas.
Aminnnnn.....
Catatan singkat 1 Januari 2017
Boleh dishare tanpa ijin siapapun
Karena saya bukan pegawai dinas Perijinan!
----------------
Kalau mau terbebas dari stres dan pengen ngakak ngakak doang boleh gabung di Group Facebook : Cara Lucu Jadi Pengusaha Bersama...,
Dikutip dari:
Mas Among Kurnia Ebo

#tda #hutag #ukmmedan #komunitassosial
www.tdamedan.org
sumber : alweenong.com

5 Tips Hebat Mengatur Keuangan Bisnis

TIPSWIRAUSAHA.COM – Mengelola arus kas atau keuangan bagi para pebisnis pemula memang bisa dibilang susah-susah gampang. Bagaimana tidak? Ternyata banyak kasus di mana usaha sudah berjalan cukup lama, tapi tetap saja uang selalu habis tanpa jelas peruntukkannya. Saat waktunya tiba untuk membayar utang atau ingin berproduksi, uangnya malah tak ada.
Walaupun bisnis dapat bertahan untuk sementara waktu tanpa penjualan atau keuntungan, tapi bisnis tanpa kas tidak akan berfungsi. Anda pun harus memperhatikan dengan teliti keuangan Anda dan mengawasi pemasukan dan pengeluaran.
Berikut adalah beberapa tips yang akan membantu Anda lebih baik dalam mengelola keuangan untuk bisnis kecil.

Tentukan porsi keuangan

Salah satu cara paling mudah mengatur keuangan usaha adalah menyepakati sejak awal berapa porsi uang yang akan digunakan sesuai lalu lintas uang yang dibutuhkan. Misalnya, berapa jumlah uang yang dibutuhkan untuk membayar gaji, operasional perusahaan, serta berapa keuntungan yang akan digunakan untuk pengembangan usaha dan untuk ditabung.
Untuk langkah awal, Anda bisa mencoba bagi porsi 30:30:30:10. Misalnya, porsi 30 persen untuk gaji, 30 persen lagi untuk operasional, seperti sewa listrik, sewa kantor, telepon, fax, transportasi dan lainnya. Lalu, 30 persen lainnya untuk pengembangan usaha, dan sisa 10 persen untuk tabungan pribadi.
Pola ini tidak mutlak, jadi Anda bisa menentukan sendiri tergantung kebutuhan Anda. Yang perlu diingat adalah kedisiplinan dalam pembagian yang sudah ditentukan di awal.

Pisahkan rekening pribadi dan usaha

Ini adalah masalah utama kebanyakan usaha kecil menengah (UKM) di Indonesia, yakni tidak memisahkan rekening pribadi dan usaha, sehingga akan membuat UKM tersebut sulit memonitor pendapatan dan pengeluaran yang telah dilakukan.
Maka, setelah porsi pembagian ditentukan, langkah selanjutnya adalah melakukan pencatatan keuangan usaha.
Pastikan pula, bahwa Anda memiliki rekening yang berbeda untuk usaha dan kebutuhan pribadi agar lebih mudah dalam pengawasannya, serta memberi informasi lebih jelas tentang kondisi finansial usaha yang dijalankan. Apalagi saat ini sejumlah bank sudah menyediakan layanan untuk mendukung pencatatan usaha Anda.

Perbaiki arus kas setiap hari

Kas adalah ukuran kemampuan Anda untuk membayar tagihan secara rutin, jadi pastikan kondisi arus kas Anda positif. Untuk berdagang secara efektif dan mengembangan bisnis Anda ke depan, makaAnda perlu menambah cadangan kas dengan memastikan pengaturan pergerakan kas masuk dan keluar rekening Anda.
Kas termasuk golongan uang tunai dan surat utang, rekening terkini, deposito jangka pendek, pinjaman jangka pendek, mata uang asing dan deposito yang dapat ditukar ke mata uang anda dengan cepat. Dua catatan keuangan paling penting yang perlu Anda simpan adalah kwitansi pengeluaran atau belanja, serta barang-barang yang anda beli dan jual.

Minta bantuan jasa pihak ketiga

Jika Anda belum mampu mengelola keuangan dengan baik, maka alternatifnya adalah meminta bantuan jasa pihak ketiga untuk membantu keuangan usaha Anda. Misalnya, anda punya anggaran berlebih, bisa menggunakan jasa akuntan profesional untuk memastikan akurasi perhitungan finansial.
Selain itu, jika usaha Anda sudah semakin kompleks, bisa menggunakan perangkat lunak (software) akuntansi untuk pencatatan keuangan. Anda pun bisa lebih fokus pada produksi dan penjualan tanpa harus pusing membuat catatan keuangan.

Jangan mudah tergoda

Dalam bisnis, tidak pernah ada titik aman. Poin utama jika Anda benar-benar ingin sukses mengembangkan usaha adalah berupaya mendisplinkan diri, termasuk dalam hal konsumsi. Godaan biasanya kerap datang, ketika Anda menerima begitu banyak pesanan, barang-barang yang tadinya tak begitu penting untuk Anda beli, malah jadi Anda beli.
Memang tak ada salahnya Anda menyenangkan diri dengan cara seperti itu, tapi Anda harus bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan dan tetap pastikan kondisi finansial usaha Anda positif.
#tda #keuangan #ukmmedan #komunitassosial
www.tdamedan.org
sumber : tipswirausaha.com

3 Tips Menjadi CEO Sebelum Menginjak Usia 30

TIPSWIRAUSAHA.COM – Jika Anda ingin menjadi CEO pada usia muda, Anda bisa mengikuti jejak Mark Zuckerberg dan menciptakan beberapa inovasi yang mengubah dunia.
Tapi orang-orang muda paling ambisius memacu untuk jabatan tertinggi tidak dalam posisi itu. Mereka berharap untuk bersandar pada keterampilan bisnis mereka yang terus berkembang dibanding inovasi.
Jadi apa pendekatan yang tepat untuk kelompok ini? Bagaimana Anda bisa memutar ambisi dan cerdas bisnis untuk mendapatkan kemajuan karir dengan sangat cepat? Melalui The Guardian, tiga CEO yang memiliki peran eksekutif memberikan beberapa saran.

1. Temukan lingkungan yang tepat

Sama seperti Anda yang tidak bisa menjadi lebih kuat di gym jika Anda tidak mendorong diri Anda dengan bobot yang lebih besar, Anda tidak akan pernah membangun keterampilan bisnis Anda jika Anda bekerja di jenis perusahaan yang menolak keras memberikan tanggung jawab nyata dan substantif pada karyawan mudanya. Jika Anda ingin mengasah potensi kepemimpinan Anda dengan cepat, bergerak cepat dari lingkungan apapun di mana Anda tidak belajar terus-menerus.
“Bagian dari keberhasilan saya berada di lingkungan di mana saya diizinkan untuk unggul. Saya bekerja dengan orang-orang yang tidak mendiskriminasi saya karena usia saya, yang pasti sudah sangat mudah untuk dilakukan,” Danny Waters, CEO Enterprise Finance pada usia 29, mengatakan.
Jeremy Boudinet, direktur pemasaran untuk startup Ambition, belum cukup mencapai jabatan tertinggi, tapi ia menawarkan saran karir yang sama: “Anda tidak perlu memiliki passion terhadap produk yang Anda jual, Anda tidak harus berada dalam industri yang paling glamor. Anda tidak harus bekerja untuk perusahaan dengan identitas ‘merek’ terbaik atau reputasi di bidang pilihan Anda. Bekerjalah pada orang yang akan ingin mengajarkan sesuatu dan segala sesuatu yang mereka tahu.”

2. Jangan biarkan usia Anda mempengaruhi Anda

Jika Anda ingin orang lain untuk tidak mempermasalahkan usia Anda, itu adalah sesuatu yang Anda akan harus perlihatkan dalam perilaku Anda sendiri, Jonathan Samuels, yang mengambil peran CEO di usia 28, menjelaskan.
“Anda harus benar-benar nyaman dengan mengelola orang-orang yang lebih tua dari Anda. Bekerja dengan rekan-rekan yang lebih berpengalaman daripada Anda harus dilihat sebagai sesuatu yang positif. Tapi Anda perlu menegaskan otoritas untuk menunjukkan bahwa Anda benar-benar bertanggung jawab. Setelah hal itu dipahami, Anda akan dihormati,” katanya.
“Akan ada waktu selama negosiasi dengan pihak lain, saat di mana orang akan terkejut dengan usia Anda. Dalam pengalaman saya, mereka akan melupakannya dengan cepat ketika mereka menyadari bahwa Anda tahu apa yang Anda bicarakan. Umur hanya menjadi isu sampingan.”

3. Berhenti menunggu kesempatan yang sempurna

Ketika Anda masih muda, Anda kurang pengalaman, dan karena itu bisa sulit untuk menilai apakah Anda benar-benar menemukan lingkungan yang tepat untuk Anda. Mungkin ada yang lain, peluang yang lebih baik di luar sana, Anda terus-menerus bertanya-tanya. Sementara Anda tidak boleh cepat merasa puas, pada titik tertentu Anda juga harus berhenti mencari rumput hijau dan bekerja keras pada apa yang Anda miliki saat ini.
“Kenyataannya adalah, Anda hanya perlu memecahkan dan keluar. Tidak peduli apa yang Anda lakukan, Anda perlu hanya melakukannya dengan baik,” Dan Hooper, direktur dan salah seorang pendiri Piccadilly Group, menegaskan.
#tda #ceo #ukmmedan #komunitassosial
www.tdamedan.org
sumber : tipswirausaha.com

SEKRETARIAT

Jl. Kapten Muslim No. 75A Medan - Sumatera Utara - Indonesia (Resto Kampung Deli) Contact: Phone: 0822 8308 3694 PIN BBM: 5F668994 Email: medantda@gmail.com

TDA PEDULI

Salurkan Infaq anda ke:
Bank Syariah Mandiri
A.n:
Komunitas TDA Medan
No. rek 7088026467