Camp untuk Dorong UKM Bangun Bangsa
|
| MedanBisnis - Medan. Komunitas Tangan Dibawah (TDA) Medan 3.0, akhir pekan lalu, mengadakan Camp di Rajasyah Outbond. Kegiatan ini bertujuan memupuk semangat berwirausaha dalam mengembangkan maupun membangun usaha sehingga kedepannya bisa kompak ekonomi bangsa. |
|
Tidak hanya itu saja, melalui kegiatan tersebut para
puluhan pelaku usaha juga mendapat kesempatan untuk sharing bisnis
dengan pembicara Ananto Pratikno, yang memilih menjadi seorang pengusaha
sejak 15 tahun lalu. Ananto yang merupakan pemilik Sekolah Alam di Bekasi ini, dalam kesempatan tersebut membawa tema "The real TDA" memberikan pemaparan tentang komunitas tersebut. Lewat acara yang dikemas sederhana dengan peserta sekira 20an itu, juga menjadi ajang silaturrahmi antara pengurus peserta baru TDA dan juga penasehat TDA. Kesempatan langka ini, dimanfaatkan para peserta untuk mendapatkan tips bagaiamana membangun usaha.Termasuk bagaimana untuk membangun usaha dan membuat usaha tersebut naik kelas.Ananto menyebutkan, untuk bisa naik kelas seorang penggusaha harus mempunyai mental. "Mentalitas penting untuk bisa naik kelas. Karena jika tidak punya mental, maka akan salah dalam tahapan proses," ujarnya di sela-sela camp yang bertajuk bersama kompak membangun bangsa. Ananto juga menyebutkan dalam membangun bisnis pemanfaatan sosial media sangatlah penting. Apalagi saat ini sosial media menjadi salah satu alat pemasaran yang lagi trend. Bahkan banyak toko online yang menangkap peluang tersebut. Oleh karenanya, para pelaku usaha disarankan memiliki toko online sendiri, sehingga bisa menangkap peluang pasar yang lebih luas. "Market udah berubah, selain sekarang ini banyak toko online yang bisa dimanfaatkan untuk memasarkan produk, pelaku usaha harus mempunyai toko online sendiri,"sarannya karena toko online ini memiliki prospek untuk memasarkan produknya. Dalam kesempatan yang sama, Ananto menyebutkan sebagai komunitas TDA memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan wadah yang lainnya. Karena TDA dikenal sebagai tempat berbagi tidak hanya sekedar materi,namun juga ilmu bisa diperoleh dengan harga yang relatif murah dan terjangkau. Selain itu, TDA juga mempunyai dua program unggulan dengan Kegiatan Mentoring Bisnis (KMB) dan silaturrahmi. Sedangkan ketua TDA Medan 3.0 Alween Ong berharap melalui kegiatan ini bisa menjadi ajang silaturahmi dan tidak hanya sekedar untuk ngumpul ngumpul saja. Sehingga kedepannya bisa saling menguatkan dan mendukung antar sesama pelaku usaha agar bisa naik kelas serta mengembangkan bisnisnya. Sebelumnya Ketua panitia TDA Camp, Kamal Lubis menyebutkan kegiatan yang dilakukan tersebut diharapkan bisa membangun ukhuwah yang terputus. Sehingga ke depan akan bisa semakin dekat dan semakin kuat dan berkolaborasi membangun ekonomi. TDA Camp yang berlangsung selama dua hari itu dirangkai dengan acara yang menarik, selain Sharing bisnis juga fun game serta malam keakraban. (ledi munthe) |
Medan, (Analisa).
Komunitas Tangan di Atas (TDA) Medan akan menggelar Pesta Wirausaha (PW) 2015 pada Oktober mendatang. Dalam PW mendatang, sejumlah pelaku usaha mikro dan menengah diharapkan hadir memeriahkan kegiatan tahunan ini.
Ketua TDA Medan 3.0. Alween Ong, belum lama ini menyebutkan setiap tahunnya kegiatan serupa dilaksanakan. Namun, khusus kali ini, pihaknya akan menghadirkan tokoh inspiratif yang berbeda.
"Pelaksanaan PW nantinya akan berlangsung selama dua hari. Tepatnya tanggal 31 Oktober-1 November 2015. Di sana, kami akan menyertakan sejumlah inspirator di bidang kewirausahaan," ujarnya.
Salah satu inspirator, katanya, akan mampu menghadirkan motivasi baru terkait pelaku wirausaha di Medan. "Nanti, kita akan menghadirkan seorang disabilitas yang sukses berwirausaha. Dari ceritanya, kita bisa lihat bagaimana seharusnya perjuangan orang yang ingin sukses itu," ucapnya.
Pelaksanaan PW ini, lanjutnya, juga ditujukan untuk meningkatkan minat kewirausahaan, pemula dan yang sedang melaksanakan usahanya.
"Yang belum pernah berwirausaha, asalkan niatnya benar-benar, juga bisa menjadi pesertanya. Sebab, yang disampaikan di sini adalah trik. Bukan hanya paparan teori," sebutnya.
Apalagi, sebutnya, menjelang Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), banyak pelaku usaha harus menghadapi persaingan yang lebih ketat. "MEA menuntut pelaku usaha lebih baik. Kalau tidak, akan kalah bersaing. Makanya perlu diberikan informasi mengenai sistem dan cara yang tepat untuk memulai, menekuni, dan mengembangkan pendapatan perekonomian masyarakat," tambahnya. (st)
Komunitas Tangan di Atas (TDA) Medan akan menggelar Pesta Wirausaha (PW) 2015 pada Oktober mendatang. Dalam PW mendatang, sejumlah pelaku usaha mikro dan menengah diharapkan hadir memeriahkan kegiatan tahunan ini.
Ketua TDA Medan 3.0. Alween Ong, belum lama ini menyebutkan setiap tahunnya kegiatan serupa dilaksanakan. Namun, khusus kali ini, pihaknya akan menghadirkan tokoh inspiratif yang berbeda.
"Pelaksanaan PW nantinya akan berlangsung selama dua hari. Tepatnya tanggal 31 Oktober-1 November 2015. Di sana, kami akan menyertakan sejumlah inspirator di bidang kewirausahaan," ujarnya.
Salah satu inspirator, katanya, akan mampu menghadirkan motivasi baru terkait pelaku wirausaha di Medan. "Nanti, kita akan menghadirkan seorang disabilitas yang sukses berwirausaha. Dari ceritanya, kita bisa lihat bagaimana seharusnya perjuangan orang yang ingin sukses itu," ucapnya.
Pelaksanaan PW ini, lanjutnya, juga ditujukan untuk meningkatkan minat kewirausahaan, pemula dan yang sedang melaksanakan usahanya.
"Yang belum pernah berwirausaha, asalkan niatnya benar-benar, juga bisa menjadi pesertanya. Sebab, yang disampaikan di sini adalah trik. Bukan hanya paparan teori," sebutnya.
Apalagi, sebutnya, menjelang Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), banyak pelaku usaha harus menghadapi persaingan yang lebih ketat. "MEA menuntut pelaku usaha lebih baik. Kalau tidak, akan kalah bersaing. Makanya perlu diberikan informasi mengenai sistem dan cara yang tepat untuk memulai, menekuni, dan mengembangkan pendapatan perekonomian masyarakat," tambahnya. (st)
Info bagi yang ingin tetap dekat,
berkontribusi dan mendapatkan MANFAAT dari Komunitas Tangan Di Atas (TDA)
Wajib Baca!!
Ingin memulai berwirausaha namun bingung dari mana dan bagaimana memulainya?
berkontribusi dan mendapatkan MANFAAT dari Komunitas Tangan Di Atas (TDA)
Wajib Baca!!
Ingin memulai berwirausaha namun bingung dari mana dan bagaimana memulainya?
Ingin bertemu dengan para wirausaha yang ikhlas tuk sharing jatuh dan bangunnya?
Ingin belajar wirausaha, membangun system, team wirausaha?
Ingin langsung praktek tak sekedar teori?
Jika semua pertanyaan di atas ada difikiran kita,
Maka inilah jawaban sesungguhnya...
TDA Medan 3.0 akan mengadakan kegiatan TDA Camp.
Sebuah kegiatan belajar yang fun, praktek langsung dengan konsep berbeda sebuah harmonisasi kegiatan indoor & outdoor.
kegiatan keakraban ditujukan bagi para sahabat yang ingin menjadi wirausaha atau yang telah berwirausaha dan para wirausaha yang berkeinginan naik level.
Kegiatan ini diadakan pada tgl;
26 & 27 september 2015
Terbuka hanya bagi 55 peserta
Dengan merogoh kocek;
Member
Rp. 250.000 dan
non member Rp.270.000.
Kita akan belajar;
Menselaraskan antara mimpi & usaha kita, tahapan membangun usaha offline & online, branding, pemasaran, membangun team.
Ingin tau lebih detail, hubungi:
bu Sari 0813 7003 2003
Rachmi 0852 6031 6050
pin BB: 51EDB818
Bagi 5 pendaftar pertama berhak untuk mendapatkan;
- Merchandise keren special dari TDA
- Voucher Kegiatan Mentoring Bisnis 3.
"Build your Website & social media now"
Kegiatan praktek membuat website dengan nama usaha, dijamin begitu pulang langsung louncing website".
Ingin belajar wirausaha, membangun system, team wirausaha?
Ingin langsung praktek tak sekedar teori?
Jika semua pertanyaan di atas ada difikiran kita,
Maka inilah jawaban sesungguhnya...
TDA Medan 3.0 akan mengadakan kegiatan TDA Camp.
Sebuah kegiatan belajar yang fun, praktek langsung dengan konsep berbeda sebuah harmonisasi kegiatan indoor & outdoor.
kegiatan keakraban ditujukan bagi para sahabat yang ingin menjadi wirausaha atau yang telah berwirausaha dan para wirausaha yang berkeinginan naik level.
Kegiatan ini diadakan pada tgl;
26 & 27 september 2015
Terbuka hanya bagi 55 peserta
Dengan merogoh kocek;
Member
Rp. 250.000 dan
non member Rp.270.000.
Kita akan belajar;
Menselaraskan antara mimpi & usaha kita, tahapan membangun usaha offline & online, branding, pemasaran, membangun team.
Ingin tau lebih detail, hubungi:
bu Sari 0813 7003 2003
Rachmi 0852 6031 6050
pin BB: 51EDB818
Bagi 5 pendaftar pertama berhak untuk mendapatkan;
- Merchandise keren special dari TDA
- Voucher Kegiatan Mentoring Bisnis 3.
"Build your Website & social media now"
Kegiatan praktek membuat website dengan nama usaha, dijamin begitu pulang langsung louncing website".
Oleh: Syafitri Tambunan
ORANG sulit membedakan dua hal ini, apalagi kalau disinggung penjualan dan keuntungan. Terasa sama saja, jika menganggapnya sebagai kalimat seadanya. Namun, ini yang ingin diperbaiki oleh komunitas pelaku wirausaha di Medan ini.
Saat komunitas bisnis lainnya senantiasa menjajal keuntungan, berorientasi pada uang dan materi, kelompok yang satu ini melakukan pengembangan sikap dan karakter sekaligus spritual dan religitas.
Mengapa religi? Sesuai dengan namanya, 'Tangan Di Atas' (TDA) tidak ingin mereka, masyarakat wirausaha, menjadi 'si penerima', tapi sebaliknya bersaing untuk menjadi 'si pemberi'.
Sekali lagi, bukan melulu pemberi uang atau meraup profit, tapi mengajarkan bagaimana orang lain bisa mumpuni berwirausaha bahkan berkembang lebih cepat dan lebih baik dari sebelumnya. Dalam agama manapun, salah satunya Islam, sikap ini sering diajarkan untuk umat, agar tidak sering menerima tapi selalu memberi. Dengan semangat berbagi itulah TDA mengajarkan anggotanya menjadi wirausahawan tangguh yang mencerahkan dan memiliki kontribusi positif bagi peradaban.
Ketua TDA 3.0, Alween Ong, kepada Analisa, bercerita tentang bagaimana TDA memotivasi masyarakat mengubah sikap dari sekadar pedagang menjadi enterpreneur yang memberikan inspirasi. Perempuan muda yang kerap melanglang buana karena prestasi ini mengatakan, TDA bukan kelompok pelaku ekonomi yang melulu bercerita tentang kelas bisnis.
Makanya, tidak ada patokan berapa besar profit seorang wirausaha yang bisa menjadi anggotanya. Atau tidak ada alasan klasik seorang pemula tidak bisa masuk ke dalam TDA. "Semua bisa masuk dan diajarkan. Mulai dari yang hanya ingin tapi tidak punya modal, atau yang punya modal tapi bingung memulai. Atau bahkan yang sudah punya usaha, tapi merasa kegiatannya selama ini selalu statis. Bahkan mereka yang sudah mumpuni usahanya tapi ingin berkembang," sebutnya ketika ditanya apa syarat seorang yang ingin bergabung dalam keanggotaan TDA.
TDA Medan, saat kepemimpinan baru ini, berslogan khusus. "Dari evaluasi yang lalu-lalu, kami memiliki slogan 'Bersilaturahim, belajar bersama, berkolaborasi membangun perekonomian negeri. Meskipun TDA berada di Medan, tapi setiap wirausaha harus punya pemikiran besar untuk membangun negeri ini," ucapnya didampingi sang Sekretaris TDA Medan 3.0 Rachmi.
Slogan itu, mungkin terkesan terlalu besar, namun tidak ada yang tidak mungkin jika niatnya baik. "Kami ingin menyampaikan beberapa motivasi dan dorongan serta pencerahan sistem yang tepat saat melakukan wirausah atau sebagai enterprenur. Memiliki usaha, bukan hanya mempunyai niat dan modal, tapi juga dapat mengenal sistem yang tepat dan jaringan kerja sama," ujarnya.
Selama ini, banyak pemilik modal ringan, salah kaprah saat menggunakan uang untuk berdagang. "Bukan jadi pedagang, tapi mampu berwira usaha. Sebab, pedagang terkesan hanya menjual hari ini, laku hari ini, dan keuntungan sedikit. Namun, yang kita motivasi adalah bagaimana mereka yang punya niat dan modal ini bisa membangun wira usaha dengan sistem yang baik," ujarnya.
Sebab, enterpreneur, sebutnya, punya langkah-langkah lain untuk memperluas perkembangan usahanya. "Saat menjadi anggota baru, mereka yang mendaftar ke TDA langsung diberikan kelas gratis. Kelas ini ada 16 sesi pertemuan yang memperbincangkan segala hal, mulai dari pembangunan motivasi mereka, bahkan bagaimana mendata budaya kerja yang sistematis.
Bisa memetakan pembeli, itu juga merupakan sebuah hal penting. Sebab, enterpreneur, saat menjual sesuatu, juga harus mengenal baik sasarannya. Bila ingin usaha kuliner misalnya, mau yang bersifat makanan pedas, semestinya harus tahu lokasi yang umumnya suka makanan pedas. Kalau budayanya, orang sunda atau batak, suka yang pedas, ya di tempat yang banyak suku-suku tadilah yang penting disurvei," ucapnya.
Bukan hanya itu, menyusun kultur usaha juga dirasa perlu bagi seorang enterpreneur. "Makanya, kita berusaha mengganti mereka, dari yang hanya berdagang, menjadi seorang enterpreneur. Jika ingin berkembang, harus tahu tipsnya kan," ujar pemilik usaha printing ini.
Setiap wirausahawan, ujarnya, juga harus saling memberikan pengetahuan kepada yang lain. "Saling share itu bukan berarti kita bersaing. Tidak ada yang namanya saingan selama kita punya identitas usaha masing-masing. Itu yang juga kita ajarkan di kelas. Bagaimana saling share itu bisa membawa dampak baik, sama-sama memberikan masukan, juga banyak koneksi. Dengan banyak koneksi, bisa jadi, kita 'tumpang' usaha di rekan kita. Silaturahim itu penting dan membawa rezeki. Coba kalau tidak ada koneksi dekat, kita akan kesulitan," katanya.
Selama mengetahui sistem yang baik dalam berwiurausaha, maka seseorang yang tadinya hanya bersifat berdagang, pasti bisa menjadi pemilik usaha. "Berdagang itu kan menjual produk orang lain ke masyarakat. Kalau enterpreneur ini lebih luas, kita menjadi pemiliknya. Namun, kembali lagi, banyak yang statis atau bahkan gagal karena tidak mengetahui ilmunya. Makanya, dalam TDA kita ingin memberikan informasi-informasi ini kepada masyarakat," tambahnya
ORANG sulit membedakan dua hal ini, apalagi kalau disinggung penjualan dan keuntungan. Terasa sama saja, jika menganggapnya sebagai kalimat seadanya. Namun, ini yang ingin diperbaiki oleh komunitas pelaku wirausaha di Medan ini.
Saat komunitas bisnis lainnya senantiasa menjajal keuntungan, berorientasi pada uang dan materi, kelompok yang satu ini melakukan pengembangan sikap dan karakter sekaligus spritual dan religitas.
Mengapa religi? Sesuai dengan namanya, 'Tangan Di Atas' (TDA) tidak ingin mereka, masyarakat wirausaha, menjadi 'si penerima', tapi sebaliknya bersaing untuk menjadi 'si pemberi'.
Sekali lagi, bukan melulu pemberi uang atau meraup profit, tapi mengajarkan bagaimana orang lain bisa mumpuni berwirausaha bahkan berkembang lebih cepat dan lebih baik dari sebelumnya. Dalam agama manapun, salah satunya Islam, sikap ini sering diajarkan untuk umat, agar tidak sering menerima tapi selalu memberi. Dengan semangat berbagi itulah TDA mengajarkan anggotanya menjadi wirausahawan tangguh yang mencerahkan dan memiliki kontribusi positif bagi peradaban.
Ketua TDA 3.0, Alween Ong, kepada Analisa, bercerita tentang bagaimana TDA memotivasi masyarakat mengubah sikap dari sekadar pedagang menjadi enterpreneur yang memberikan inspirasi. Perempuan muda yang kerap melanglang buana karena prestasi ini mengatakan, TDA bukan kelompok pelaku ekonomi yang melulu bercerita tentang kelas bisnis.
Makanya, tidak ada patokan berapa besar profit seorang wirausaha yang bisa menjadi anggotanya. Atau tidak ada alasan klasik seorang pemula tidak bisa masuk ke dalam TDA. "Semua bisa masuk dan diajarkan. Mulai dari yang hanya ingin tapi tidak punya modal, atau yang punya modal tapi bingung memulai. Atau bahkan yang sudah punya usaha, tapi merasa kegiatannya selama ini selalu statis. Bahkan mereka yang sudah mumpuni usahanya tapi ingin berkembang," sebutnya ketika ditanya apa syarat seorang yang ingin bergabung dalam keanggotaan TDA.
TDA Medan, saat kepemimpinan baru ini, berslogan khusus. "Dari evaluasi yang lalu-lalu, kami memiliki slogan 'Bersilaturahim, belajar bersama, berkolaborasi membangun perekonomian negeri. Meskipun TDA berada di Medan, tapi setiap wirausaha harus punya pemikiran besar untuk membangun negeri ini," ucapnya didampingi sang Sekretaris TDA Medan 3.0 Rachmi.
Slogan itu, mungkin terkesan terlalu besar, namun tidak ada yang tidak mungkin jika niatnya baik. "Kami ingin menyampaikan beberapa motivasi dan dorongan serta pencerahan sistem yang tepat saat melakukan wirausah atau sebagai enterprenur. Memiliki usaha, bukan hanya mempunyai niat dan modal, tapi juga dapat mengenal sistem yang tepat dan jaringan kerja sama," ujarnya.
Selama ini, banyak pemilik modal ringan, salah kaprah saat menggunakan uang untuk berdagang. "Bukan jadi pedagang, tapi mampu berwira usaha. Sebab, pedagang terkesan hanya menjual hari ini, laku hari ini, dan keuntungan sedikit. Namun, yang kita motivasi adalah bagaimana mereka yang punya niat dan modal ini bisa membangun wira usaha dengan sistem yang baik," ujarnya.
Sebab, enterpreneur, sebutnya, punya langkah-langkah lain untuk memperluas perkembangan usahanya. "Saat menjadi anggota baru, mereka yang mendaftar ke TDA langsung diberikan kelas gratis. Kelas ini ada 16 sesi pertemuan yang memperbincangkan segala hal, mulai dari pembangunan motivasi mereka, bahkan bagaimana mendata budaya kerja yang sistematis.
Bisa memetakan pembeli, itu juga merupakan sebuah hal penting. Sebab, enterpreneur, saat menjual sesuatu, juga harus mengenal baik sasarannya. Bila ingin usaha kuliner misalnya, mau yang bersifat makanan pedas, semestinya harus tahu lokasi yang umumnya suka makanan pedas. Kalau budayanya, orang sunda atau batak, suka yang pedas, ya di tempat yang banyak suku-suku tadilah yang penting disurvei," ucapnya.
Bukan hanya itu, menyusun kultur usaha juga dirasa perlu bagi seorang enterpreneur. "Makanya, kita berusaha mengganti mereka, dari yang hanya berdagang, menjadi seorang enterpreneur. Jika ingin berkembang, harus tahu tipsnya kan," ujar pemilik usaha printing ini.
Setiap wirausahawan, ujarnya, juga harus saling memberikan pengetahuan kepada yang lain. "Saling share itu bukan berarti kita bersaing. Tidak ada yang namanya saingan selama kita punya identitas usaha masing-masing. Itu yang juga kita ajarkan di kelas. Bagaimana saling share itu bisa membawa dampak baik, sama-sama memberikan masukan, juga banyak koneksi. Dengan banyak koneksi, bisa jadi, kita 'tumpang' usaha di rekan kita. Silaturahim itu penting dan membawa rezeki. Coba kalau tidak ada koneksi dekat, kita akan kesulitan," katanya.
Selama mengetahui sistem yang baik dalam berwiurausaha, maka seseorang yang tadinya hanya bersifat berdagang, pasti bisa menjadi pemilik usaha. "Berdagang itu kan menjual produk orang lain ke masyarakat. Kalau enterpreneur ini lebih luas, kita menjadi pemiliknya. Namun, kembali lagi, banyak yang statis atau bahkan gagal karena tidak mengetahui ilmunya. Makanya, dalam TDA kita ingin memberikan informasi-informasi ini kepada masyarakat," tambahnya
Salam hangat saudara-saudaraku,
Member dan non member TDA Medan
Disampaikan kepada seluruh member yg sudah bergabung di TDA Medan 1.0 & 2.0 diharapkan melakukan registrasi ulang pada kepengurusan TDA Medan 3.0.
Yang tujuannya adalah:
1. Mendata member yg masi aktif
2. Pengklasifikasian member secara tingkat usaha baik yang belum berwirausaha maupun yang telah berwirausaha dan yang ingin naik kelas.
Pengklasifikasian member berdasarkan jenis usaha dan lamanya berwirausaha.
3. Tepat sasaran program yang akan dilakukan dalam keperiodean 3.0
Beberapa program diantaranya, sbb;
A. Seminar
B. Workshop
C. Mentoring (KIMB & KMB )
D. Coaching
E. TDA Mart
F. Dsb (detail akan di paparkan pada kegiatan 12 juli 2015)
In shaa Allah, selama keperiodean 3.0 kegiatan seminar akan diberikan secara cuma-cuma (gratis) selama 1 tahun (12x) bagi member yang telah meregistrasi ulang.
Istimewa:
Bagi member yang meregistrasi ulang sebelum tgl 8 juli 2015,
Diberikan kesempatan menempatkan logo usaha pada hanging banner yang akan di pasang pada kegiatan;
"buka bersama & berbagi bersama 1000 anak yatim piatu, dhuafa di 1 daerah istimewa, 5 kota dan 24 kabupaten di aceh & Sumatera utara"
Bagi non member mari bergabung, dapatkan benefitnya.
Untuk info lebih lengkap, hub;
Misna chan
7CC98EC9
Hp: 0852 06 200 486
Yang ingin berpartisipasi di kegiatan, dapat mentransfer:
Bank syariah mandiri
A.n komunitas TDA medan
No. Rek: 70 88 02 64 67
Diketahui oleh;
Ketua TDA 3.0
Member dan non member TDA Medan
Disampaikan kepada seluruh member yg sudah bergabung di TDA Medan 1.0 & 2.0 diharapkan melakukan registrasi ulang pada kepengurusan TDA Medan 3.0.
Yang tujuannya adalah:
1. Mendata member yg masi aktif
2. Pengklasifikasian member secara tingkat usaha baik yang belum berwirausaha maupun yang telah berwirausaha dan yang ingin naik kelas.
Pengklasifikasian member berdasarkan jenis usaha dan lamanya berwirausaha.
3. Tepat sasaran program yang akan dilakukan dalam keperiodean 3.0
Beberapa program diantaranya, sbb;
A. Seminar
B. Workshop
C. Mentoring (KIMB & KMB )
D. Coaching
E. TDA Mart
F. Dsb (detail akan di paparkan pada kegiatan 12 juli 2015)
In shaa Allah, selama keperiodean 3.0 kegiatan seminar akan diberikan secara cuma-cuma (gratis) selama 1 tahun (12x) bagi member yang telah meregistrasi ulang.
Istimewa:
Bagi member yang meregistrasi ulang sebelum tgl 8 juli 2015,
Diberikan kesempatan menempatkan logo usaha pada hanging banner yang akan di pasang pada kegiatan;
"buka bersama & berbagi bersama 1000 anak yatim piatu, dhuafa di 1 daerah istimewa, 5 kota dan 24 kabupaten di aceh & Sumatera utara"
Bagi non member mari bergabung, dapatkan benefitnya.
Untuk info lebih lengkap, hub;
Misna chan
7CC98EC9
Hp: 0852 06 200 486
Yang ingin berpartisipasi di kegiatan, dapat mentransfer:
Bank syariah mandiri
A.n komunitas TDA medan
No. Rek: 70 88 02 64 67
Diketahui oleh;
Ketua TDA 3.0
| MedanBisnis - Medan. Komunitas Tangan Di Atas (TDA) melakukan menggalang dana untuk acara buka bersama dengan 1000 kaum duafa dan anak yatim di 30 daerah Sumut dan Aceh. Kegiatan yang diselenggarakan ini untuk memeriahkan bulan Ramadhan yang disarankan untuk berbagi. |
| Selain itu, kegiatan ini juga untuk memperkenalkan komunitas yang identik dengan " berbagi" ini ke semua level masyarakat tanpa batas daerah. "Kita sekarang ini melakukan penggalangan dana buka puasa bersama. Bagi sahabat yang ingin berpartipasi kita akan menerima dengan tangan terbuka,"ujar Ketua Komunitas Tangan Di Atas Medan, Alween Ong, kepada MedanBisnis, Kamis (25/6). Kegiatan berbuka puasa ini jelas Alween akan diselenggarakan serentak di 5 kota dan 24 kabupaten/kota di Sumatera Utara masing-masing Medan, Binjai, Tebingtinggi, Sibolga dan Pematang Siantar, Asahan, Batubara, Deliserdang, Labuhan Batu Utara, Labuhan Batu Selatan, Labuhan Batu Induk, Karo, Mandailing Natal, Padang Lawas, Pakpak Bharat. Selanjutnya, Samosir, Humbang Hasundutan, Dairi, Nias, Simalungun, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Serdang Bedagai, Padang Sidimpuan, Tanjung Balai, Toba Samosir dan Gunung Sitoli. "Dan satunya lagi di Aceh, Gayo Lues," ujar Alween. Alasan kegiatan yang diselenggarakan serentak tersebut, karena pihaknya ingin melakukan pemerataan hingga ke berbagai daerah. "Kalau acara hanya difokuskan di Kota Medan saja, makanya orang Medan saja yang akan mendapatkanya," ujarnya. Alween menambahkan, kegiatan ini, tidak hanya buka puasa bersama saja, tapi juga akan ada tausyahnya. "Ini juga dalam rangka memperkenalkan TDA kepada semua level masyarakat dan semua daerah,"ujarnya. Selain itu, sebut partisipasi ini, juga bisa diberikan dalam bentuk barang seperti rautan, penghapus, penggaris, pulpen, pinsil, tempat pinsil, maupun paket berbuka puasa. (ledi munthe) |
| MedanBisnis - Medan. Alween Ong akhirnya terpilih menjadi Ketua Komunitas Tangan Diatas (TDA) Medan periode 2015-2017 menggantikan ketua sebelumnya, M Ichsan yang telah habis masa jabatannya. Serahterima jabatan tersebut dilaksanakan, Senin (18/5) yang dihadiri penasehat TDA Medan, seperti Jamhur Abdullah (pemilik Bimbel Azdka), Suratno (Owner Joko Solo Grup), Supriyadi (Owner Cv Permata) dan Dolly Pasaribu (coach busines). |
| Dalam kesempatan itu, Alween Ong menyebutkan sinergi akan memberikan efek positif bagi usaha. Karenanya, kedepan dalam memimpin wadah para pelaku UKM ini, dia akan menekankan pentingnya peranan edukasi dan kolaborasi dalam membangun dan mengelola bisnis. "Disini yang diajarkan bisnis yang benar, kemudian bermitra. Banyak yng dipelajari. Kita tekankan edukasi dan kolaborasinya," kata Alween seraya menambahkan kolaborasi tersebut bisa dilakukan dengan berbagai organisasi seperti Forum Kewirausahaan Pemuda (FKP) atau yang lainnya. Disebutkannya, sebagai pelaku usaha, harus mempunyai pemikiran yang luas. Dengan tidak menganggap komunitas sebagai saingan. "Komunitas itu bukan saingan, tapi kerjasama untuk kemajuan umat. Sehingga kita bisa bermanfaat bagi umat dan lingkungan,"ujarnya. Sebelumnya penasehat TDA Medan, Supriyadi mengharapkan kepemimpinan yang baru bisa memaksimalkan perannya, karena pada periode sebelumnya, masih banyak program yang belum tuntas dijalankan. "Keterbatasan TDA 2.0 karena kekurangan perangkat sumber daya manusianya. Namun dengan adanya pemimpin yang baru ini, kita harapkan akan memberikan warna baru,"ujarnya. Sementara Jamhur menambahkan, menyongsong pasar bebas, anggota TDA, harus bergerak menguasai pasar dalam negeri. Karena pasar domestik, juga sangat potensial. Namun hal tersebut, akan dapat dilakukan, jika pelaku usaha memiliki ilmu dan keterampilan. (ledi munthe) |
SEKRETARIAT
Jl. Kapten Muslim No. 75A
Medan - Sumatera Utara - Indonesia
(Resto Kampung Deli)
Contact:
Phone:
0822 8308 3694
PIN BBM:
5F668994
Email:
medantda@gmail.com
TDA PEDULI
Salurkan Infaq anda ke:
Bank Syariah Mandiri
A.n:
Komunitas TDA Medan
No. rek 7088026467


